KOTA CIREBON, (FC).- Penyembelihan hewan kurban menjadi bagian yang tak terlepaskan dari perayaan Hari Raya Idul Adha. Kurban menjadi salah satu yang dianjurkan bagi umat Islam yang mampu menunaikannya.
Demikian diungkapkan Rektor Universitas Gunung Jati (UGJ) Mukarto Siswoyo, seusai penyembelihan hewan kurban, di halaman Kampus I UGJ Sabtu (1/8). Menurutnya, berkurban merupakan bentuk tanda syukur atas nikmat Allah. Kurban adalah momentum untuk menumbuhkan jiwa kemanusiaan dan sifat utama dengan berderma.
“Kami mengajak tenaga pendidik dan kependidikan, dosen, karyawan dan seluruh civitas akademika untuk dapat memaknai peristiwa atau sejarah dari berkurban ini,” jelasnya kepada FC.
Di tengah pandemi Covid-19 ini, lanjutnya, berkurban sangatlah bermakna. Pasalnya, hampir seluruh masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Oleh karenanya, daging kurban yang dibagikan sedikit banyak akan meringankan beban masyarakat.
“Ibadah berkurban ini memiliki semangat kebersamaan dan komitmen umat Islam dalam keikhlasan untuk membantu sesama. Kami ucapkan juga terimakasih kepada YPSGJ dan pihak lain yang mempercayakan dan memilih Masjid Nurul Ilmi sebagai tempat melaksanakan sholat Idhul Adha,” imbuhnya.
Sementara ketua pelaksana Hari Raya Idul Adha UGJ, Fatur Rohman menambahkan, pelaksanaan Salat Idul Adha di Masjid Nurul Ilmi sesuai dengan protokol kesehatan. Wajib pakai masker, pengecekan suhu tubuh jamaah dan pengaturan jarak shaf.
Untuk hewan kurban yang disembelih, kata dia, sapi sebanyak dua ekor dan kambing ada 14 ekor. Dari hasil penyembelihan tersebut, terkumpul 610 kantung plastik daging kurban. Untuk pembagiannya, kepada struktural lembaga, dosen, karyawan dan masyarakat sekitar kampus.
“Pembagian hewan kurban langsung kita kirimkan ke penerima. Ini untuk menghindari kerumunan orang,” ucap Fathur yang juga Dekan Fakultas Teknik UGJ ini. (Agus)














































































































Discussion about this post