KOTA CIREBON, (FC).- Imbas pecahnya pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) milimeter Perumda Air Minum Tirta Giri Nata (PDAM) Kota Cirebon di daerah Plangon Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon, membuat ribuan warga Kota Cirebon kelimpungan mencari air untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Pasalnya, sejak Kamis kemarin, pekerjaan perbaikan pipa masing berlangsung sampai Jumat (6/2/2026), air tidak mengalir ke sekitar 30.000 pelanggan PDAM Kota Cirebon. Dan perkiraan normalisasi aliran air bisa memakan waktu satu sampai dua mingguan.
Kalau dihitung, 30.000 pelanggan itu misalkan saja ada 4 anggota keluarga, jadi sekitar 120.000 warga Kota Cirebon yang terdampak. Tidak ada setetes air pun mengalir dari keran ledeng rumahnya.
Yang memiliki sumur bor mereka tidak pusing, karena tidak terpengaruh. Bahkan merelakan sumur bornya yang menggunakan mesin pompa listrik (sanyo) digunakan bersama dengan tetangganya.
Seperti yang dialami warga RT 03/10 Karang Anyar Jagasatru Selatan Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon, mereka rela antre di Musala Al Iman untuk mendapatkan air bersih.
Musala tersebut menggunakan sumur bor, mereka rela antre untuk sekedar mendapatkan seember air, untuk memasak dan mencuci.
“Dari Kamis kemarin air sudah tidak ngocor, tersisa hanya yang ada di bak kamar mandi. Terpaksa malam Jumat ngambil air di musala,” terang Kusnadi, warga setempat kepada FC.
Kusnadi mengaku sangat kerepotan dengan kondisi seperti ini. Terutama untuk mandi anak-anaknya yang masih sekolah. Belum lagi untuk memasak dan mencuci. Karena selama ini dia dan juga warga lainnya di perkotaan sangat bergantung pada aliran air dari PDAM.
“Mohon lah pada pemerintah maupun PDAM, agar perbaikan pipanya dipercepat. Kami sebagai pelanggan merasa dirugikan waktu dan tenaga,” imbuhnya.
Imas Eka seorang warga lainnya lainnya, sampai harus mengeluarkan uang lebih untuk mendapatkan air bersih. Dia membeli beberapa air galon bermerk di mini market.
“Iya ini untuk minum dan memasak. Karena saya berjualan, kalau dari sumur bor takutnya rasa minuman dan masakannya jadi gak enak,” ungkapnya.
Senada dengan Kusnadi, Imas meminta kepada PDAM untuk mempercepat perbaikan dan menurunkan bantuan tangki air untuk warga.
“Iya bantuan tangki air mana nih, menghubungi siapa, kami warga gak tahu mau mengadu kemana,” ungkapnya kesal.
Sebelumnya, Direktur Utama PDAM Kota Cirebon, Sofyan Satari, menjelaskan bahwa hampir seluruh distribusi air terganggu akibat kebocoran pipa utama.
“Sekitar 30 ribu pelanggan terdampak. Ini pipa utama, jadi ketika bocor, hampir seluruh distribusi ikut terganggu,” ujarnya saat ditemui saat meninjau lokasi, Kamis (5/2).
Kebocoran terjadi beberapa meter sebelum Reservoir Plangon, sehingga air bersih terbuang sia-sia ke tanah. PDAM mencatat sekitar 78 ribu meter kubik air hilang setiap hari, dengan kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah per hari.
Opang, sapaan akrab Sofyan Satari, menyebut beberapa faktor penyebab kebocoran, yaitu tekanan kendaraan berat yang melintas di atas jalur pipa dan pergeseran kontur tanah yang labil. Kombinasi kedua faktor ini membuat pipa tidak mampu menahan beban sehingga bocor.
PDAM menargetkan perbaikan pipa selesai dalam tiga hari. Namun, kebutuhan air bersih warga tidak bisa menunggu hingga perbaikan selesai.
Sebagai langkah darurat, PDAM menyiapkan tiga unit mobil tangki, ditambah dua mobil tangki bantuan dari PDAM Kabupaten Cirebon, Kuningan, dan Indramayu. Masing-masing mobil tangki berkapasitas 5.000 liter dan akan didistribusikan ke wilayah terdampak.
“Mobil tangki ini akan kami distribusikan ke wilayah yang paling membutuhkan. Kami mohon kesabaran warga selama proses perbaikan berlangsung,” ujar Opang.
Kondisi ini diperkirakan menimbulkan darurat air bersih di Kota Cirebon selama beberapa hari ke depan. Warga diminta untuk menghemat penggunaan air dan mengikuti jadwal distribusi dari mobil tangki yang disiapkan PDAM.
Opang berharap kondisi cuaca mendukung agar proses perbaikan berjalan lancar. PDAM berupaya mempercepat perbaikan agar krisis air bersih tidak berkepanjangan dan layanan kepada pelanggan segera normal kembali. (Agus)











































































































Discussion about this post