KUNINGAN(FC).- Prestasi membanggakan kembali diraih Kepala SLBN Taruna Mandiri, Kokoy Kurnaeti, S.Pd., M.Pd., setelah dinobatkan sebagai Juara 2 Kepala SLB Dedikatif Nasional pada Anugerah GTK Hebat 2025. Ia tampil sebagai satu-satunya perwakilan Jawa Barat, sekaligus sosok kepala sekolah dengan disabilitas netra yang mampu menembus kompetisi tingkat nasional.
Penghargaan tersebut diumumkan pada malam puncak di Istora Senayan Jakarta, yang disiarkan melalui TV One, INewsTV, dan kanal YouTube Ditjen Kemdikdasmen. Kokoy menuturkan, capaian ini bukan semata hasil kerja pribadi, melainkan buah kolaborasi seluruh pihak di SLBN Taruna Mandiri.
“Semua ini berkat dukungan dan kerja keras keluarga besar sekolah. Saya berdiri di panggung itu mewakili mereka,” ungkapnya, kala dihubungi melalui pesan WhatsApp, Minggu (30/11).
Kokoy berhasil melangkah ke nasional setelah menjadi pemenang di tingkat Jawa Barat.
Dalam seleksi nasional, ia mempresentasikan Program Vokasional Taruna Nagara, sebuah model penguatan keterampilan dan kemandirian bagi siswa berkebutuhan khusus yang menjadi identitas sekolah.
Tahap presentasi dan wawancara diselenggarakan pada 26 November 2025.
Salah satu momen yang paling membekas baginya adalah ketika Presiden RI Prabowo Subianto menyematkan Lencana Kehormatan Presiden secara langsung.
“Ini pengalaman yang tidak akan terlupakan dan menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus melayani dunia pendidikan khusus,” kata Kokoy.
Pada kesempatan tersebut, Kokoy juga menyerahkan Batik Muning Cerme, hasil karya siswa tunarungu, kepada Mendikbudristek Abdul Mu’ti sebagai bentuk apresiasi dan kebanggaan atas kreativitas peserta didik.
Di bawah kepemimpinannya, SLBN Taruna Mandiri berkembang sebagai SLB rujukan nasional dengan berbagai program unggulan.
Sekolah memperkuat pendidikan vokasional, menyediakan pusat intervensi awal, membangun pelatihan berkelanjutan bagi guru, serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Prof. Masataka Kizuka dari Kyoto Prefectural University of Medicine Jepang dan CEO Tasuc Corporation, Ukai Saito Sensei.
Kokoy menegaskan bahwa penghargaan ini adalah langkah awal untuk mendorong kualitas layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
“Harapannya, semakin banyak yang menyadari bahwa SLB adalah bagian penting dari sistem pendidikan nasional yang layak mendapatkan perhatian dan dukungan,” tutupnya. (Angga)














































































































Discussion about this post