KAB. CIREBON, (FC).- Bulan ramadan adalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia. Bulan yang di dalamnya penuh dengan keberkahan, rahmat dan maghfiroh yang diturunkan oleh Allah SWT.
Walau sedang berpuasa, tetapi santri tetap mengikuti semua kegiatan di pesantren.
Karena tanpa adanya kegiatan di pesantren, maka bagaikan makanan tanpa garam. Rasanya tak berdaya apabila pesantren tidak ada kegiatan.
Dengan kegiatan inilah santri akan memiliki banyak pengalaman untuk menghadapi masa depan dan nantinya ketika menghadapi dunia luar menjadi tidak kaget, takut, minder dan lainnnya.
Tentunya dengan kegiatan inilah yang akan membuat santri lebih dalam mengenal kehidupan. Oleh karenanya santri tetap mengikuti kegiatan dengan semangat dan ceria.
Seperti halnya Pondok Pesantren Sirojul Munir yang berdiri pada tahun 2013, dan di tahun 2015 sekaligus mendirikan SMP untuk meningkatkan mutu pendidikan para santri pada umumnya.
Ponpes ini berada di kawasan bibir pegunungan Ciremai, yaitu lebih tepat nya di Desa Matangaji Blok Desa, Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon.
Para santri nya dominan dari wilayah lokal yaitu Desa Matangaji, itupun angkatan pertama setelah peresmian Ponpes Sirojul Munir.
Untuk angkatan kedua dan sampai sekarang, di dominasi dari luar kota, seperti Kuningan, Indramayu, juga Kota Karawang.
Di bulan Ramadan, para santri Sirojul Munir, menerapkan kegiatan khusus diawali dengan Sholat Tahajud bersama, dilanjutkan mengaji sampai waktu sahur tiba, dan pelaksanaan sholat subuh berjamaah, dilanjutkan tadarusan bersama.
Dengan adanya kegiatan seperti habis subuh mengaji Qur’an, setelah itu ada semaan Qur’an, dilanjutkan dengan ngaji kitab, dan sampai menjelang mgrib.
Kegiatan itu harus wajib diikuti semua santri, tetapi tidak membuat para santri menjadi merasa resah, karena mereka anggap kegiatan tersebut wajib harus diikuti.
Kegiatan para santri di pagi hari sekitar jam 07.00 WIB, para santri di wajibkan melaksanakan sholat Dhuha, dan karena pada minggu sebelumnya ada kegiatan KBM (Kegiatan Belajar dan Mengajar) sampai tiba waktu sholat dzuhur.
Setelah sholat dzuhur melakukan rutinitas kegiatan tadarusan sampai datanganya waktu sholat ashar.
Menjelang buka puasa bersama, para santri mengadakan pengkajian fiqih.
Ponpes Sirojul Munir, di asuh oleh KH. Oha Raokil Muntaha. MA, sekaligus sebagai pemilik, dan Yayasan Sirojul Munir diketuai oleh Muhammad Jilmi Aziz Syabani, S.Kom.
“Dengan adanya kegiatan tadarusan, ngaji Qur’an dan Tafiz di bulan puasa ini, semuanya tiada lain untuk menambah pahala dan mencari keberkahan di bulan puasa yang penuh keberkahan ini,” terang KH. Oha, Kamis (21/4).
Sementara itu, KH. Oha memaparkan, para santri dibebaskan memilih jenis kitab yang menjadi ketertarikannya sendiri, tidak dipatok. Ada Ilmu Fiqih, Tata Bahasa atau Ilmu Tasawuf,” tutur dia.
Lanjut pengasuh Ponpes menyatakan, pengajian bulan Ramadhan berbeda dengan seperti hari biasa.
Pada hari biasa, pengkajian kitab dijadwakan setelah shalat Ashar dan Subuh. Sedangkan di bulan Ramadhan, dilaksanakan setelah sahur hingga setelah shalat tarawih. (Herman)











































































































Discussion about this post