KAB.CIREBON, (FC).- Pasca pelaksanaan Penilaian Kompetensi dan Potensi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP). Bupati Cirebon, H Imron dipanggil Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk melakukan pemaparan.
“Besok saya dipanggil ke BKN untuk paparan,” kata Bupati Imron, Senin (4/8).
Imron mengungkapkan, manajemen talenta (MT) merupakan suatu sistem yang lebih bagus dibandingkan dengan sekadar uji kompetensi saja. “Kalau MT dinilai dari tingkat bawah, kalau ujikom hanya tingkat atasnya saja,” kata Imron.
Selain untuk pejabat JPT Pratama, kata Imron, MT ini juga berlaku untuk semua pegawai di lingkungan Pemkab Cirebon. “Mulai staf, pelaksana, eselon VI dan eselon III. Semua ada penilaian,” kata Imron.
“Jadi dia itu akan lebih konsen dan kerja bagus, bukan hanya kejar jabatan saja,” imbuhnya.
Ditanya apakah pemaparan yang diminta BKN itu untuk mengisi kekosongan Sekda, Bupati Imron menegaskan, pihaknya tidak mengetahuinya, yang pasti dirinya diminta untuk melakukan pemaparan di depan BKN.
“Yaitu makanya saya paparan dulu, setelah paparan nanti krim surat, setelah ada jawaban ya nanti ada pelaksanaan,” terang Imron.
Lanjut Imron, setelah pemaparan di depan BKN, kata Imron pihaknya pasti akan mengusulkan untuk kekosongan jabatan Sekda, Eselon 2b lainnya. “Makanya besok keputusannya setelah paparan di BKN. Di antaranya kita membawa hasil dari penkom itu ke BKN, ini loh untuk eselon 2 ini dan ini, nanti eselon 2 yang kosong nanti open bidding atau apa, tergantung keputusan besok ya,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 25 Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon mengikuti Penilaian Kompetensi dan Potensi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) tahun 2025 di Aula Cakrabuana Kantor BKPSDM Kabupaten Cirebon, Selasa (29/7).
Bupati Cirebon, H Imron secara resmi membuka Penilaian Kompetensi dan Potensi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) tahun 2025.
Imron menyebut, dengan adanya penilaian kompetensi atau manajemen talenta ini untuk mengukur potensi para pejabat di lingkungan Pemkab Cirebon. “Jadi kedepan dalam merekrut pejabat sudah ada manajemen talenta (MT). Sehingga mempermudah untuk menempatkan jabatan sesuai dengan kompetensinya,” kata Imron.
Ia mengungkapkan dengan adanya MT ini, setidaknya para pejabat belajar lagi untuk mengali potensinya. Pasalnya tidak hanya keilmuannya saja yang diukur, melainkan karakter juga menjadi tolak ukur dalam penilaian.
“Pejabat ini harus berinovasi, maka akan terukur masalah kejiwaannya bukan sekadar keilmuannya tapi juga karakternya. Karena sebagai pemimpim itu harus disertai dengan karakter yang baik. Kalau sifatnya tidak dimiliki oleh calon pemimpin, jangan harapkan dia sukses memimpin,” kata Imron.
Imron menjelaskan penilaian potensi dan kompetensi (assessment) ini sebagai salah satu upaya strategis untuk mendapatkan profil kompetensi yang komprehensif dari setiap pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Cirebon.
“Profil kompetensi ini sangat penting karena diharapkan dapat memperoleh gambaran menyeluruh terkait kondisi potensi, kepribadian, kemampuan manajerial serta gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh setiap peserta,” jelasnya.
Imron berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, penuh kejujuran, dan menunjukkan performa terbaik agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kompetensi yang dimiliki.
Selain itu, lanjut Imron, penyelenggaraan penilaian potensi dan kompetensi (assessment) ini, selain untuk memperoleh profil kompetensi merupakan salah satu upaya Pemkab Cirebon untuk mengimplementasikan penerapan manajemen talenta yang saat ini masih dalam berproses untuk mendapatkan rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara.
“Pemkab Cirebon dalam pelaksanaan ini bekerjasama dengan pusat pengkajian kebijakan daerah dan kelembagaan LPPM Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah terakreditasi A oleh BKN yang telah memiliki legalitas dalam melaksanakan penilaian potensi dan kompetensi pada level jabatan pimpinan tinggi pratama,” pungkasnya. (Ghofar)











































































































Discussion about this post