KAB. CIREBON, (FC).- Sepasang kekasih yang belum berstatus sah suami istri kepergok petugas gabungan sedang melakukan hubungan badan layaknya pasangan suami istri.
Pasangan ini kepergok digerebeg Satpol PP di salah satu penginapan berbasis aplikasi di Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon.
Selain mendapati sepasang kekasih yang sedang bermadu cinta, di tempat yang berbeda juga mendapati belasan pasang muda mudi yang tidak dapat menunjukan surat keterangan bahwa sudah menikah.
Kasatpol PP Kabupaten Cirebon, Mochamad Syafrudin melalui Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Tibumtranmas), Dadang Priyono usai, di masa PPKM Darurat ini selain terkonsentrasi terhadap penegakan pada pelanggaran PPKM Darurat.
Pihaknya juga menyempatkan untuk juga melakukan razia terhadap penyakit masyarakat.
Baca Juga: Belasan Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Operasi Pekat
“Memang kita lagi konsentrasi terhadap pelanggar PPKM Darurat, tapi kita juga tak luput terhadap tugas pokok fungsi kami yaitu penegakan peraturan daerah tentang ketertiban umum atau perda 7 tahun 2015,” kata Dadang Priyono kepada FC, kemarin malam.
Selain mendapati sepasang kekasih yang benar-benar kepergok sedang melakukan hubungan layaknya suami istri, Dadang menyebut, pihaknya juga dalam razia penyakit masyarakat tersebut menemukan dalam satu ruangan terdapat satu orang perempuan ditemani dua orang laki-laki.
“Dalam satu ruangan tiga orang. Pas kita datangi, satu lelakinya kabur lewat jendela,” kata dia.
Menurutnya, razia seperti hal ini sering ia lakukan, namun masih saja banyak pasangan muda mudi yang kepergok digerebeg Satpol PP sedang melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri.
Baca Juga: Lagi Asyik Pesta Ultah, Dua Sejoli Diciduk Satpol PP
“Ke depan kita akan berlakukan tindak pidana ringan (Tipiring), agar memberikan efek jera terhadap pelaku. Sekarang aturannya sedang dibahas. Tinggal menunggu saja,” tegasnya.
Saat ini, lanjut dia, kepada belasan pasang ini hanya diberikan pembinaan saja.
“Tapi jangan anggap tidak terjadi apa-apa ya, identitas diri nya sudah kami pegang. Dan ketika ketemu dan ketangkap basah lagi, maka akan kami panggil orang tuanya,” tukasnya. (Ghofar)















































































































Discussion about this post