KAB.CIREBON, (FC).- Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat didampingi Bappelitbangda Kabupaten Cirebon mengunjungi lokasi Kawasan Kuliner dan Pasar Batik Trusmi Desa Weru Lor, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon.
Kunjungan tersebut dalam upaya pengembangan Pasar Batik Trusmi sebagai kawasan ekonomi kreatif.
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jabar, Bambang Mujiarto menjelaskan, pada hari ini anggota Komisi II DPRD Provinsi Jabar didampingi Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Camat Weru dan Kuwu Desa Weru Lor mengunjungi kawasan wisata Batik Trusmi, yang mana pada era gubernur sebelumnya nama klausulnya yang ada di RPJMD lama yaitu kawasan ekonomi kreatif dan Batik Trusmi bukan Pasar Batik Trusmi.
“Karena kita memahami betul bahwasanya Cirebon Raya ini memiliki potensi besar terhadap ekonomi kreatif nya, mulai dari kerajinan tangannya dan sebagainya, maka dari itu kalau dipadukan ekonomi kreatif dengan Batik Trusmi akan menjadi keterpaduan yang terbungkus dalam kawasannya,” ujarnya, Selasa (26/8).
Sehingga, lanjut Bambang, ketika para wisatawan datang tidak sebatas hanya mampir saja, akan tetapi akan disajikan dengan beragam kerajinannya ataupun dengan budaya nya yang berdampak pada ekomoni masyarakat.
“Kami memiliki komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon, bagaimana dipahami betul beberapa waktu lalu Gubernur Jabar dengan sigapnya membenahi batik Trusmi ini,” ungkapnya.
Sehingga harapan kedepan kawasan batik Trusmi ini menjadi sentral tersendiri serta memiliki identitas yang bukan hanya identitas pengembangan ekonomi di Kabupaten Cirebon saja, akan tetapi menjadi pengembangan wisata di Jawa Barat.
“Karena bagaimanapun juga ada keterkaitan antara Pemerintah kabupaten Cirebon dengan Pemerintah Jawa Barat sangat erat sekali secara history budayanya,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Dangi mengatakan, pemerintah daerah tentunya menyambut baik kunjungan dari Komisi II DPRD Jabar dalam membantu pengembangan kawasan kuliner dan pasar batik Trusmi ini.
“Mudah-mudahan ini bisa menjadi kebanggaan bukan hanya masyarakat Kabupaten Cirebon tetapi juga kebanggaan masyarakat Jawa Barat bahkan masyarakat Indonesia,” katanya.
“Saat ini kami sedang berdiskusi re-desain manajemen nya, jadi belum sampai ke produknya, karena nanti di dalam manajemen tersebut ada tata kelola, produk, jejaring kerja dan sebagainya jadi nanti di pasar batik Trusmi ini kedepannya tidak hanya ada single produk tetapi juga multi produk,” pungkas Dangi. (Johan)














































































































Discussion about this post