KAB. CIREBON, (FC).- Beberapa hari yang lalu, tepatnya Hari Selasa (12/10) Komisi IV DPRD Provinsi Jabar meninjau Bendung Cipanas I dan II.
Bendungan di Kecamatan Cikedung investasinya Rp 1.3 triliun itu dibiayai APBN.
Anggota Komisi IV Daddy Rohanady menyatakan, kunjungan kali ini dilakukan untuk merespon laporan masyarakat terkait Sungai Cipanas jebol
“Kunjungan Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat ke Sungai Cipanas khususnya di Cipanas II yang jebol beberapa waktu lalu karena adanya laporan dari masyarakat.
Sebagai wakil rakyat kami merespon laporan tersebut dengan mendatangi lokasi,” kata politisi daerah pilihan Cirebon-Indramayu melalui telepon genggamnya, Kamis (18/11).
Dengan jebolnya bendungan tersebut, sambung Daddy, sawah yang terdampak banjir seluas sekitar 1.000 ha.
Hal itu dapat merugikan petani yang tengah melakukan tanam padi. Kami sangat prihatin dengan kejadian jebolnya bendungan tersebut.
“Kami sangat prihatin dengan jebolnya Bendungan Cipanas, sawah yang terdampak banjir seluas sekitar 1.000 ha. Hal itu dapat merugikan petani yang tengah melakukan tanam padi,” katanya.
Daddy menyatakan, Bendungan Cipanas sendiri berlokasi di Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Indramayu.
Bendungan mulai melakukan konstruksi pada tahun 2018 dan diharapkan bisa beroperasi pada tahun 2023 agar persoalan banjir di wilayah tersebut dapat teratasi.
“Kapasitas Bendungan Cipanas 850 meter kubik per detik. Lahan persawahan yang bisa terairi diperkirakan 10.500 ha. Luas genangannya 1.315 ha dengan daya tampung 250 juta m3. Dengan kapasitas tersebut Bendungan Cipanas diharapkan dapat mengurangi banjir 475 m3/detik di wilayah sekitar Kabupaten Subang dan Kabupaten Indramayu,” tuturnya.
Selain mengatasi banjir, tambah Daddy, pembangunan Bendungan Cipanas dapat menghasilkan Listrik Tenaga Air.
Jadi pembangunan bendungan tersebut mempunyai banyak manfaat bagi warga sekitar sehingga kami harus awasi pembangunan itu agar manfaatnya segera dapat dinikmati oleh warga Kabupaten Subang dan Kabupaten Indramayu.
“Pasokan air baku Bendungan Cipanas 0,5 m3/detik. Adapun listrik yang dihasilkan dari bendungan tersebut adalah 2,5 MW. Jadi banyak manfaat yang akan dinikmati masyarakat sekitar dengan dibangunnya Bendungan Cipanas,” ujar politisi Partai Gerindra ini.
Daddy menjelaskan, Bendungan Cipanas merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang didanai APBN senilai Rp9 miliar.
Pembangunan itu diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan nasional dengan intensitas tanam yang meningkat, kesejahteraan petani diharapkan meningkat pula.
“Kami berharap jebolnya Bendungan Cipanas dapat segera teratasi, karena bendungan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkasnya. (Mawa Bagja)












































































































Discussion about this post