Menurutnya, perayaan ini sudah ada sejak 2.000 tahun lalu di masa Dinasti Han. Istilah Cap Go Meh sendiri berasal dari dialek Hokkian, yang secara harfiah berarti malam ke-15 Tahun Baru Imlek.
“Cap artinya sepuluh, go artinya lima, dan meh berarti malam,” tuturnya.
Menurutnya, tradisi ini telah bertransformasi dan telah menjadi sebuah akulturasi budaya.
“Setiap perayaan Cap Go Meh, rombongan warga dari luar Wilayah Cirebon ikut berdatangan kemari,” katanya.
IPTU Abdul Majid dari Kapolres Lemahwungkuk, Polres Kota Cirebon menyampaikan untuk kesiapan acara Cap Go Meh ini pun di lakukan pada jauh hari, karena ada beberapa rangkaian kegiatan yang harus di siapkan khusus.
Untuk keamana acara ini, TNI-Polri yang di kerahkan ada 300 orang yang di kerahkan untuk mengawal kegiatan tersebut.
“Karna acara ini gabungan dari se wilayah tiga Cirebon kami mengerahkan 300 TNI-Polri untuk mengawal keamanan acara ini sampai selesai,” jelas Majid. (Indah)













































































































Discussion about this post