KUNINGAN, (FC).- Ketua LSM Frontal, Uha Juhana, menyerukan kebangkitan moral dan kesadaran etika bangsa dalam momentum Hari Pahlawan, 10 November 2025.
Menurutnya, kemerdekaan sejati tak cukup diukur dari kedaulatan politik atau kemajuan ekonomi, tetapi dari sejauh mana bangsa ini setia pada nurani dan nilai kemanusiaan.
“Pembukaan UUD 1945 bukan sekadar teks pembuka konstitusi, tetapi kompas moral bangsa. Ia menuntun kita agar tidak hanya mengejar kemakmuran, tapi juga menjaga keadilan dan perikemanusiaan,” ujar Uha di Kuningan, Senin (10/11).
Uha menilai bahwa tantangan utama Indonesia saat ini bukan pada defisit anggaran atau pertumbuhan ekonomi yang melambat, melainkan pada merosotnya etika publik dan kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Krisis terbesar manusia bukanlah ekonomi, melainkan etika. Kemakmuran sejati lahir bukan dari keserakahan, tapi dari kesadaran kolektif untuk membangun peradaban yang adil dan beradab,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa menjadi pemimpin bukan hanya soal jabatan, tapi tentang keberanian menjaga nilai-nilai moral dalam setiap kebijakan.
“Pemimpin ideologis akan tetap setia pada cita-cita rakyatnya. Harga peradaban memang mahal, tapi jauh lebih mahal jika kita memilih untuk tidak membayarnya sama sekali,” ucapnya penuh makna.
Dalam konteks Kuningan, Uha menilai daerah ini perlu berani menempuh “jalan baru” dengan meninggalkan pola lama yang pragmatis.
“Ongkos peradaban itu bukan sekadar pajak atau utang publik. Ia adalah harga dari kejujuran, empati, dan kesediaan menahan diri demi kebaikan bersama,” katanya.
Seruan Uha di Hari Pahlawan ini menjadi pengingat bahwa perjuangan masa kini tak lagi di medan perang, melainkan di medan moral dengan melawan ketidakjujuran, keserakahan, dan apatisme, agar Indonesia tetap beradab di tengah derasnya arus zaman.
Ia menutup refleksinya dengan pesan kuat.
“Angka makro hanya statistik. Yang terpenting adalah bagaimana rakyat bisa masuk ke sentra kuasa ekonomi, di sanalah sejatinya peradaban dibangun.” (Angga/FC)















































































































Discussion about this post