KAB. CIREBON, (FC).- Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, menghadiri acara budaya yang digelar saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-191 Desa Sedong Lor, Kecamatan Sedong, belum lama ini.
Acara yang berlangsung meriah dengan pagelaran wayang golek Giriharja 2 Putu.
Dalam kesempatan itu, Sophi menekankan bahwa wayang golek bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana edukasi budaya yang kaya akan nilai moral dan filosofi kehidupan.
Ia mengingatkan pentingnya pelestarian seni tradisional sebagai identitas dan jati diri bangsa.
“Saya mengapresiasi pagelaran wayang golek yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-191Desa Sedong Lor. Ini bukan hanya pertunjukan seni, tapi juga sarana edukasi budaya yang sangat kaya akan nilai-nilai kehidupan,” ujar Sophi dalam sambutanya
Sophi juga mengaitkan kegiatan ini dengan gagasan Trisakti Bung Karno, yang menekankan agar bangsa Indonesia berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya.
Menurutnya, aspek terakhir inilah yang harus terus diperkuat melalui pelestarian kesenian daerah seperti wayang golek.
“Berkepribadian dalam budaya artinya kita harus bangga, memahami, dan melestarikan warisan budaya bangsa sebagai identitas yang membedakan kita dari bangsa lain,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sophi menilai bahwa seni wayang golek mengandung tuntunan, bukan hanya tontonan. Di dalamnya tersimpan pesan moral, ajaran kehidupan, serta kearifan lokal yang tetap relevan hingga kini.
“Wayang mengajarkan kita tentang nilai-nilai kebijaksanaan, perjuangan, dan keadilan. Ini penting untuk terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak terputus dari akar budaya bangsa,” katanya.
Kepala Desa Sedong Lor, Sopyan Suri, menyampaikan, peringatan HUT ke-191 tahun ini mengusung tema “Membangun Desa dengan Budaya.” Tema tersebut, kata Sopyan, menjadi pesan penting agar masyarakat tidak meninggalkan akar budaya dalam proses pembangunan desa.
“Kami berharap peringatan HUT ini menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus membangun dan memajukan desa tanpa melupakan budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sopyan menjelaskan, rangkaian peringatan dimulai sejak pagi hari dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas, di antaranya karnaval budaya, donor darah, pentas seni, pagelaran calung, dan sedekah bumi (babarit) sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki.
“Kebersamaan dan gotong royong warga dalam menyukseskan acara ini patut diapresiasi. Selamat ulang tahun untuk Desa Sedong Lor,” kata Sopyan.
Antusiasme masyarakat tampak begitu besar. Sejak pagi hingga malam hari, warga dari berbagai usia memenuhi area perayaan. Pagelaran wayang golek menjadi puncak acara, menampilkan dalang kondang Khanha Kosasih dari Bandung yang membawakan lakon sarat pesan moral dan nilai-nilai kebaikan.
Salah satu warga, Supardi, mengaku bangga atas kemeriahan perayaan tahun ini. Ia menilai kegiatan tersebut bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga sarana mempererat persatuan warga.
“Karnaval budaya dimulai dari Setu Pengasinan hingga ke balai desa. Warga sangat antusias karena ini bukan hanya hiburan, tetapi juga ajang memperkuat kebersamaan dan kebanggaan terhadap budaya sendiri,” ungkapnya. (Suhanan)













































































































Discussion about this post