MAJALENGKA, (FC).- Di musim penghujan seperti saat ini, rasa ketakutan selalu menghantui bagi masyarakat yang permukimannya begitu dekat dengan dengan Sungai Cimanuk. Mereka selalu was was, takut tiba tiba air dari Sungai Cimanuk meluap dan membanjiri rumah serta area pertanian mereka.
Begitu pula perasaan yang sama bagi masyarakat Kampung Muara Desa Wanasalam, Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka, mereka selalu was was manakala hujan lebat turun terus menerus.
Peristiwa banjir pada 5 tahun silam, tepatnya April 2021 menjadi momen yang kelam bagi warga Kampung Muara. Dimana saat itu suara kentongan dari Mesjid setempat terus menerus dipukul memberikan sinyal bahaya banjir terjadi.
Masyarakat Kampung Muara mulai panik, berusaha menyelamatkan diri dan keluarga serta harta benda miliknya. Kebanyakan dari mereka hanya kendaraan serta sedikit barang barang yang bisa terselamatkan.
Sementara padi, pupuk, bahkan hewan ternak rata rata musnah di telan banjir yang saat itu ketinggian rata rata mencapai 1,5 meter.
Dengan cuaca yang ekstrem seperti saat ini, dimana hujan setiap hari mengguyur, rasa was was pun kembali menimpa masyarakat yang ada di Kampung Muara tersebut. Dalam benak hati mereka selalu berdoa semoga cuaca ekstrim segera berlalu.
Kades Wanasalam Apan Sutarpan, selalu memberikan warning atau himbauan kepada masyarakat khususnya di Kampung Muara, Sambikerep dan Blok Tanah Lesang agar selalu hati hati dan waspada dalam menghadapi cuaca ekstrim seperti saat ini. Segera cari perlindungan manakala bahaya banjir sudah mulai mengancam.
“Kami dari Pemdes Wanasalam, selalu memberikan himbauan baik langsung maupun tidak langsung, agar warga selalu siaga dalam menghadapi cuaca ekstrim seperti saat ini. Karena ramalan BMKG bahwa hujan deras disertai angin kencang masih akan terjadi sampai akhir bulan ini,” ujar Kades Apan, Senin (26/1).
Untuk menanggulangi permasalahan banjir di Kampung Muara, kata Kades Apan pihaknya sudah berusaha dengan cara melaporkan kejadian banjir ini kepada Instansi terkait melalui Pemcam Ligung.
Bahkan kemarin juga saat banjir melanda, dirinya langsung berkoordinasi dengan Pemcam Ligung. Dan tak berselang lama dari BPBD dan Polres Majalengka terjun ke lokasi banjir di Kampung Muara.
Sementara Nano seorang warga Kampung Muara, berharap pemerintah segera mendengar jeritan penderitaan warga di sini. Banjir yang setiap kali melanda sumbernya dari tanggul Sungai Cimanuk yang jebol. Jadi diharap pemerintah melalui BBWS untuk segera memperbaiki nya.
“Tolong lah bagi yang mempunyai kebijakan ini untuk mendengar jeritan masyarakat kecil yang setiap saat dihantui rasa takut akan ancaman bahaya banjir. Salah satunya dengan memperbaiki tanggul yang jebol secara permanen,” pungkas Nano dengan penuh harap. (Munadi)
















































































































Discussion about this post