MAJALENGKA, (FC).- Musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Majalengka berdampak terhadap lahan pesawahan terendam banjir. Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka mengklaim telah melakukan tindakan untuk meringankan beban para petani yang sawahnya terdampak banjir.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka Iman Firmansyah mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengupayakan agar mereka mendapat bantuan benih untuk musim tanam selanjutnya.
“Langkah yang dilakukan dinas adalah menginventarisir yang kena musibah kebanjiran. Kami sedang mendata, kami ajukan, barangkali (bisa) membantu benih untuk musim tanam berikutnya,” kata Iman, Jumat (28/2).
Diluar upaya pemberian bantuan benih gratis, dia berharap para petani bisa menjadi bagian dari peserta Asuransi Usaha Tanam Padi (AUTP). Sehingga, ketika terjadi musibah serupa, tidak terlalu menderita kerugian.
“Berharap semua petani yang bercocok tanam padi masuk asuransi AUTP. Pembayarannya (premi) itu per musim, hanya Rp36.000 per hektare. Kalau seperti sekarang misalnya kena musibah kebanjiran, itu bisa ada penggantian per hektarnya sebesar Rp6 juta,” tuturnya.
Para petani di Kecamatan Ligung, jelas dia, diketahui sebagai peserta AUTP dengan jumlah yang cukup banyak. Namun, jika dibanding secara keseluruhan, jumlah petani yang masuk AUTP terbilang masih relatif kecil. “Dari itu kami menghimbau kepada para petani untuk mengasuransikan tanaman padinya dan masuk AUTP. Sehingga manakala ada musibah seperti banjir yang merendam tanaman padi yang mengakibatkan gagal panen maka tanaman padinya mendapatkan penggantian dari pihak asuransi. Kan preminya murah hanya Rp 36 ribu untuk satu hektar area pesawahan.” Pungkasnya singkat. (Munadi)









































































































Discussion about this post