INDRAMAYU, (FC).- Hari pertama masuk sekolah ada tradisi yang unik di Kabupaten Indramayu, tradisi unik tersebut yakni berebut bangku sekolah untuk anaknya.
Para orang tua wali murid rela datang sejak subuh demi mengamankan bangku paling depan untuk anak-anak mereka.
Seperti misalnya di SD Negeri 4 Kedokanagung, Kecamatan Kedokan bunder, Kabupaten Indramayu,
Sejak pukul 04.00 WIB, puluhan orang tua sudah berkumpul di depan gerbang sekolah yang masih tertutup. Begitu gerbang dibuka, mereka langsung bergegas masuk ke ruang kelas dan berebut kursi di barisan depan.
Bahkan, beberapa orang tua mengikat kursi dan meja dengan tali rafia serta menempelkan nama anak mereka sebagai penanda agar tidak diambil oleh orang tua lain.
“Saya tadi berebut bangku dengan orang tua lain. Saya kasih nama cucu saya di mejanya. Saya datang pukul 04.00 WIB supaya cucu saya bisa duduk di depan. Kalau duduk di belakang, takutnya tulisan di papan tulis kurang kelihatan dan suara guru tidak terdengar jelas,” ujar Surtini, salah satu wali murid, saat mengantar cucunya ke sekolah.
Kepala SDN 4 Kedokanagung, Usmad, mengungkapkan, fenomena seperti ini bukan hal baru. Tradisi berebut kursi depan memang sudah menjadi kebiasaan setiap awal tahun ajaran baru.
“Sudah menjadi kebiasaan di sekolah kami. Banyak orang tua yang menandai kursi dengan menempelkan nama atau mengikatnya dengan tali. Bahkan, ada yang datang saat masih libur sekolah hanya untuk mengamankan tempat duduk anaknya di barisan depan,” jelas Usmad.
Menurutnya, motivasi para orang tua memilih kursi depan umumnya karena ingin anak mereka lebih fokus saat belajar.
“Menurut para orang tua, anak yang duduk di depan bisa lebih mudah menyerap pelajaran dan lebih dekat berinteraksi dengan guru. Mereka berharap ini bisa membantu meningkatkan prestasi anak,” tambahnya.
Di sisi lain, suasana hari pertama sekolah juga diwarnai antusiasme para orang tua yang mendampingi putra-putri mereka, khususnya siswa kelas satu. Banyak orang tua terlihat memberikan semangat langsung kepada anak-anak yang baru memulai jenjang pendidikan dasar.
Fenomena berebut bangku ini menunjukkan tingginya perhatian dan harapan orang tua terhadap pendidikan anak.
Namun demikian, kondisi seperti ini menjadi bahan evaluasi bagi pihak sekolah agar ke depannya dapat menerapkan sistem pembagian tempat duduk yang lebih tertib dan adil, guna menghindari potensi kericuhan di awal tahun ajaran. (Agus Sugianto)
















































































































Discussion about this post