KAB. CIREBON, (FC).- Jalur tengah penghubung Kecamatan Ciledug menuju Kecamatan Babakan dan Kecamatan Pabedilan atau menuju kawasan industri dibangun. Pekerjaan perbaikan jalan Leuweunggajah – Tenjomaya tersebut dilakukan betonisasi sepanjang sekitar 1.000 meter, untuk tahap awal dikerjakan sepanjang 220 meter.
Kasi Ekbang Kecamatan Ciledug, Wahyudi kepada FC, Senin (14/7/2025) menjelaskan, jalur utama Ciledug – Babakan dan Pabedilan menuju Losari saat ini kondisinya sudah sangat padat, terutama saat aktivitas karyawan berangkat dan pulang kerja, mengingat Kecamatan Pabedilan saat ini telah menjadi kawasan industri.
Selain itu juga di Kecamatan Ciledug kini mengalami perubahan pertumbuhan yang cukup pesat menjadi kawasan perekonomian di wilayah timur Kabupaten Cirebon.
Untuk meminimalisasi kemacetan di wilayah Kecamatan Ciledug, perlu ada upaya penataan lalu-lintas, salah satunya adalah membangun jalan alternatif, jalan yang dijadikan sebagai jalur alternatif merupakan jalan ex reelban yang menghubungkan Desa Jatiseeng, Kecamatan Ciledug menuju jalan Kudukeras Kecamatan Babakan – Bojongnegara, dimana jalan tersebut merupakan akses menuju kawasan industri bagi karyawan yang berasal dari wilayah Gebang, Babakan dan Pabuaran.
“Alhamdulillah di tahun ini dibangun, anggaran yang dialokasikan untuk rigit beton sepanjang 1.000 meter dengan lebar 4 meter dari anggaran APBD Kabupaten Cirebon, tahap awal dikerjakan sepanjang 220 meter dulu,” terangnya.
Lanjut disampaikan Wahyudi, perbaikan jalan ini merupakan usulan yang sudah lama disampaikan saat musrenbang kecamatan, namun baru direalisasikan di tahun ini, sebagai wilayah penerima manfaat tentunya dengan adanya pembangunan jalan tersebut akan sangat membantu mengurai kemacetan lalulintas di wilayah Kecamatan Ciledug.
Selain itu jalan yang merupakan jalan usaha pertanian, tentunya sangat berdampak positif bagi para petani lantaran jalan ex reelban yang bertahun-tahun rusak, tentunya sangat repot ketika melintasi jalan tersebut. Dengan diperbaikinya jalan, diharapkan para petani akan semakin lancar dalam mobilisasinya menuju ke areal pertanian mereka, sehingga bisa mengurangi ongkos produksi, dan para petani bertambah kesejahteraannya.
“Alhamdulillah, manfaatnya bukan saja untuk mengurai kemacetan lalu lintas, namun juga sangat bermanfaat bagi para petani yang berada di Desa Leuweunggajah dan Desa Tenjomaya,” ungkapnya. (Nawawi)












































































































Discussion about this post