MAJALENGKA, (FC).– Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka menggelar Bazar Ramadan Pasar Tani, Selasa (19/4). Bazar ini digelar setelah dua tahun terakhir pakem karena terhalang adanya pandemi Covid – 19.
Dalam bazar pasar murah ini, penyenggera menjajakan beberapa komoditi hasil bumi dan produk UMKM binaan DKP3 Kabupaten Majalengka.
Kepala DKP3, Iman Firmansyah kepada wartawan mengatakan, bazar ini digelar oleh para anggota asosiasi pasar tani yang ada di kabupaten Majalengka.
Tujuannya disamping mengenalkan hasil bumi dan pruduk UMKM, bazar ini juga bertujuan membantu masyarakat yang saat ini terhempit beberapa kebutuhan yang harganya rata rata naik semasa bulan puasa ini.
“Bazar ini merupakan kegiatan para anggota dari asosiasi pasar tani. Di dalamnya ada para pelaku usaha pertanian,” kata Kepala DPK3 Majalengka, Iman Firmansyah, Selasa (19/4).
Iman mengatakan, gelaran bazar tersebut terbuka untuk umum dan diikuti oleh 30 anggota asosiasi pasar tani yang di dalamnya menawarkan beragam produk hasil bumi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan harga jual lebih murah.
“Momen ini merupakan kesempatan kita untuk mencoba menawarkan harga jual produk tidak terlalu tinggi, karena tidak ada istilah tengkulak maupun agen tapi langsung dari pelaku usahanya sendiri,” ujarnya.
Iman menjelaskan, pasar tani atau bazar Ramadan yang dihelatnya itu sekaligus merupakan terobosan guna mengenalkan produk-produk hasil bumi Majalengka secara meluas.
Sebelum masa Covid-19, kata dia, bahwa pihaknya telah rutin mengadakan even pasar murah hasil olahan pertanian itu satu bulan sekali. Namun ketika pandemi mulai melanda, kegiatan tersebut dihentikan dan sekarang kembali digelar setelah ada ketentuan izin dari pemerintah setempat.
“Alhamdulillah, pas kita coba adakan lagi kali ini dengan format Bazar Ramadan Pasar Tani ternyata disambut antusias oleh pelaku usaha ataupun masyarakat yang datang membeli,” imbuhnya.
Melihat keberhasilan Bazar Ramadan Pasar Tani itu, maka ke depan dia akan mengagendakan secara rutin kegiatan tersebut satu bulan satu kali. “Hal ini kita harapkan agar dapat lebih banyak lagi memunculkan sekaligus mengenalkan produk-produk olahan hasil bumi Majalengka lainnya,” jelasnya. (Munadi)











































































































Discussion about this post