Menindaklanjuti hal tersebut, Seksi Pengembangan Ekonomi Kreatif pada Bidang Pemasaran Disporapar bersama Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana
Kebudayaan pada Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Kuningan akan berkolaborasi untuk mewujudkannya.
“Para pengrajin angklung juga termasuk pelaku ekonomi kreatif, nanti kita bantu pemasarannya bersama Disdikbud kita akan kolaborasi agar produk ekonomi kreatif dari para pengrajin angklung di Kuningan dapat masuk ke sekolah-sekolah,” ujar Kabid Pemasaran Disporapar Kabupaten Kuningan, Teti Sukmawati.
Diharapkan dengan dukungan nyata seperti ini, dapat membantu para pengrajin anglung untuk lebih berkembang, selain sebagai perwujudan Kuningan sebagai Kabupaten Angklung. Hal ini juga untuk meningkatkan perekonomian dan penguatan ekonomi kreatif.
Kasie Pengembangan Ekonomi Kreatif pada Bidang Pemasaran Disporapar, Sri Mulyati menjelaskan, dengan kolaborsi ini nantinya diharapkan agenda kebudayaan akan sinergi dengan ekonomi kreatif. “Jumlah SD di Kuningan sekitar 600 lebih, setelah SD kita akan coba ke desa-desa,” jelas Sri Mulyati.
Sementara itu, Kasie Kelembagaan dan Sarana Prasarana Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Kuningan, Didin Rasidin berharap dengan kolaborasi ini akan terbangun kerjasama lintas instansi yang bertujuan untuk membangun para pelaku Seni Budaya dan Ekraf di Kabupaten Kuningan.
“Kita akan beri kesempatan para pengrajin untuk bersaing dari sisi kualitas,” pungkasnya. (Bambang)















































































































Discussion about this post