KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Daerah melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) terus berupaya memberikan layanan yang maksimal kepada masyarakat dalam mencari informasi lowongan pekerjaan.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Novi Hendrianto menjelaskan, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon terus berupaya untuk memberikan pelayanan publik yang humanis dan terukur dengan menjalankan salah satu pelayanan urusan ketenagakerjaan dan transmigrasi.
”Kami melayani 21 urusan non perizinan yang di antaranya adalah memfasilitasi pembuatan kartu pencari kerja yang 2025 ini sekitar 23.455 orang yang terdata di Disnaker,” ujarnya kepada FC, Selasa (25/11).
Selain itu juga, lanjut Novi, data dan fasilitasi penempatan serta berbagai upaya melaui wajib lapor lowongan yang diinformasikan melalui media sosial Disnaker kurang lebih 11.533 yang sudah ditempatkan di beberapa perusahaan yang ada di Kabupaten Cirebon.
“Untuk yang bekerja sebagai transmigran Indonesia di tahun 2025 ini sebanyak 8007, yang sudah ditempatkan bekerja di luar negeri dan sebanyak 6.238 orang yang sudah teregistrasi untuk calon pekerja migran Indonesia,” kata Novi.
Dari 21 layanan tersebut terbagi menjadi 4 unit kerja, di antaranya bidang pelayanan penempatan kerja, bidang pelatihan produktivitas kerja dan transmigrasi, bidang industrial dan UPT bidang pelatihan kerja atau pelatihan vokasi.
”Untuk pelatihan vokasi ini kita bekerjasama dengan beberapa perusahaan untuk penempatan terhadap para pekerja yang sudah dilatih,” ucapnya.
Disnaker berusaha untuk mengeliatkan antara kebutuhan dunia industri, dunia kerja dengan kebutuhan perusahaan maupun SDM yang ada di Kabupaten Cirebon, meskipun di tengah jumlah pelatihan kerja alokasi belum memenuhi harapan para pencari kerja, Disnaker terus berupaya untuk menempatkan para pencari kerja.
Kemudian, masih kata Novi, pelayanan kepada para difabel, Disnaker memfasilitasi para difabel untuk bisa bekerja dimanufaktur dengan ketentuan 1 persen untuk perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan 2 persen untuk di perusahaan-perusahaan yang ada di manufaktur Kabupaten Cirebon.
”Alhamdulillah grafik nya terus meningkat, artinya kesadaran para perusahaan untuk mempekerjakan para difabel inklusi dengan perusahaan bisa terlaksana, kurang lebih 600 orang saat ini sudah bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Cirebon,” ungkapnya.
Selain memfasilitasi para pencari kerja Disnaker juga berusaha memfasilitasi para pengusaha melalui LPK-LPK yang ada di Kabupaten Cirebon yang tumbuh kembang nya dari kurun waktu yang awal cuma 20 LPK saat ini kurang lebihudah ada 250 LPK.
”Kita berusaha untuk memberikan pembinaan dan fasilitasi terhadap para LPK ini menjembatani kompetensi yang dimiliki oleh para pencari kerja, baik di luar negeri maupun dalam negeri, semoga kedepannya layanan publik Disnaker bisa memberikan manfaat lebih kepada para pencari kerja di kabupaten Cirebon,” pungkasnya. (Johan)















































































































Discussion about this post