KUNINGAN, (FC).- Menghadapi ancaman serangan hama dan penyakit di tengah curah hujan tinggi, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan menggelar Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (Gerdal OPT) padi secara serentak di sejumlah sentra produksi. Total 22 hektare lahan sawah menjadi sasaran pengendalian terpadu.
Gerakan dilakukan pada Senin (2/2) di dua kecamatan berbeda, menyasar hama penggerek batang padi serta penyakit hawar daun bakteri (Bacterial Leaf Blight/BLB) yang berisiko menurunkan produktivitas panen.
Kepala Diskatan Kuningan, Wahyu Hidayah, memimpin langsung Gerdal OPT Penggerek Batang Padi seluas 12 hektare di Kelompok Tani Mekar Harapan 1, Blok Pariuk, Desa Balong, Kecamatan Sindangagung. Kegiatan diawali edukasi lapangan, identifikasi serangan, hingga praktik teknis pengendalian bersama Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT).
Selain pendampingan teknis, Diskatan juga menyalurkan insektisida Nara Hypo yang diaplikasikan melalui penyemprotan serentak di seluruh hamparan sawah terdampak.
“Dengan kondisi cuaca yang masih lembap dan curah hujan relatif tinggi, potensi serangan OPT meningkat. Karena itu pengendalian harus dilakukan serentak dan tepat waktu agar perkembangan hama bisa ditekan,” ujar Wahyu.
Ia menegaskan, strategi pengendalian tidak hanya mengandalkan penyemprotan, tetapi juga pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) melalui pengamatan rutin, pola tanam tepat, dan rekomendasi teknis budidaya.
“Peran aktif petani dalam pengamatan lapangan dan koordinasi dengan POPT sangat menentukan keberhasilan pengendalian dan hasil panen,” katanya.
Di hari yang sama, Gerdal OPT juga digelar di Kelompok Tani Mekar Mukti, Desa Gerba, Kecamatan Kramatmulya, dengan luasan 10 hektare untuk pengendalian penyakit BLB.
Kegiatan dilaksanakan UPTD Brigade Proteksi bersama POPT sebagai langkah respons cepat mencegah penyebaran penyakit ke area tanam lain.
Diskatan Kuningan menyatakan gerakan pengendalian serentak ini menjadi bagian dari upaya menjaga produksi padi tetap stabil sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah tantangan cuaca ekstrem.(Angga)









































































































Discussion about this post