KAB. CIREBON, (FC).- Masih belum berbadan hukum, puluhan komunitas literasi di Kabupaten Cirebon ternyata punya peran penting dalam pemerintahan. Yaitu, peranan komunitas dalam membangun minat baca masyarakat Kabupaten Cirebon.
Oleh karenanya, dalam membahas hal tersebut, 24 dari total 37 komunitas hadir bersama jajaran Dinas terkait di acara Forum Grup Diskusi (FGD) yang bertempat di Perpustakaan Umum pada Hari Kamis (26/5).
Menanggapi perihal tersebut Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Cirebon, H Hendra Nirmala mengatakan, akan memberikan fasilitas kelegalan bagi komunitas yang memiliki peran penting dalam pemerintahan. Khususnya, dalam memberi tren suka membaca di kalangan masyarakat.
“Kami sebenarnya mengadakan kegiatan ini secara rutin selama dua bulan sekali. Untuk membahas program peningkatan literasi. Perihal komunitas dari sisi regulasi kita belum ada terkait komunitas ini. Karena mereka benar-benar lahir dari masyarakat. Didorong atas dasar pengabdian kepada masyarakat supaya anak-anak gemar membaca,” ujarnya.
Pihaknya sendiri mengapresiasi para komunitas literasi ini. Terlebih, mereka lahir langsung dari masyarakat, dan kemudian dengan penuh keikhlasan membantu pemerintah mencerdaskan putra-putri Kabupaten Cirebon melalui kegiatan literasi di masing-masing komunitas.
“Prinsipnya kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada komunitas literasi ini. Karena mereka lahir dari masyarakat. Mereka dengan penuh keikhlasan membantu pemerintah mencerdaskan anak-anak kabupaten Cirebon melalui kegiatan literasi di masing-masing komunitasnya,” paparnya.
Maka dari itu, sebagai Pemerintah Daerah (Pemda) saat ini sedang melakukan kajian-kajian. Sehingga, mereka dapat diberikan penghargaan yang layak sesuai darma bakti bakti.
“Apakah nanti ada pembiayaan untuk pengurusan berbadan hukum nanti kami akan carikan solusinya. Sehingga bisa terwujud. Biar nanti tidak ada kesulitan, ketika nanti pemda akan memberikan apresiasi atau hibah
Kepada mereka,” sebutnya
Dilakukannya hal ini, sebab hingga hari ini Disarpus hanya bisa membantu dengan mencari donatur. Yang setelah terkumpul, baru pihaknya distribusikan ke komunitas. Harapan kedepannya sendiri sistemnya sudah tak seperti itu, tapi bentuk hibah.
“Alangkah baiknya kedepan bukan lagi sumbangan seperti dari donatur. Biar sesuai yang di butuhkan masyarakat,”katanya.
Bukan hanya masalah badan hukum atau legalitas. Warkina perwakilan dari salah satu komunitas bernama Podomoco menyampaikan, program peningkatan literasi. Sebab, suatu program pun memiliki masa berlaku yang mana perlu ada peningkatan atau upgrade.
“Ya mungkin, pertama dinas akan memberikan dan mendorong untuk fasilitas kelegalan daripada komunitas mungkin sebagai mitra keterikatan dalam artian kegiatan,” ungkapnya.
Meskipun begitu sampai saat ini tidak kesulitan yang cukup serius. Hanya saja, ketika pengadaan buku komunitas merasa kesulitan pada anggaran. Dan hal itu dikarenakan legalitas.
“Kesulitan serius tidak begitu. Hanya saja untuk fasilitas khususnya pengadaan buku baru sangat sulit dan bantuan untuk sarpras dari pemerintah belum ada. Saat ini baru ada bantuan secara pribadi dari donatur,” pungkasnya. (Sarrah)
















































































































Discussion about this post