Ibu-ibu penerima PKH atau yang biasa disebut Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayahnya sebanyak 364 orang.
Diakui Nurhayati, mendorong KPM untuk keluar dari kepesertaan bukan hal mudah. Ia harus putar otak mencari cara agar secara perlahan dapat menanamkan pemahaman bahwa bantuan PKH tidak selamanya akan diberikan pemerintah.
Kemudian bantuan dari supervisor Kota Cirebon, Tia membantu memberikan dorongan kepada KPM dan pendampingan khusus agar target graduasi mandiri bisa tercapai.
“Melalui pertemuan-pertemuan kelompok KPM dengan memberikan motivasi serta dorongan kepada KPM dibantu oleh Mba Spv, selanjutnya melakukan koordinasi oleh stakeholder yang bersangkutan mengenai Graduasi mandiri ini,” katanya.
Kedepan, PKH harus banyak meluluskan (graduasi), menumbukan kreatifitas ekonomi, memunculkan ibu-ibu entrepreuner yang memiliki dampak sosial di lingkungan terdekatnya dan melahirkan anak-anak berprestasi di berbagai bidang.
Pada gilirannya, PKH dapat mewujudkan SDM unggul dan berkontribusi dalam mendorong Indonesia Sejahtera.(Indah)












































































































Discussion about this post