Masih dikatakan Carda, jumlah anggaran penanganan dampak Covid-19 tersebut belum termasuk program penanggulangan penyebaran Covid-19 yang sudah dialokasikan dari dana talangan seperti untuk sosialisasi, penyemprotan desinfektan yang dilakulan seminggu dua kali, pengadaan APD dan fasilitas SOP kesehatan juga Program Padat Karya bagi para pengangguran baru dampak Covid-19.
“Sampai saat ini pihaknya masih mengkaji program penanggulangan masyarakat akibat dampak Covid-19 tersebut, apakah nantinya akan disalurkan dalam bentuk tunai sesuai surat edaran Kemendes ataukah dalam bentuk bantuan sembako. Pokoknya kita masih menunggu intruksi selanjutnya bagaimana program tersebut proses penyaluran dan bentuknya seperti apa,” terang Carda.
Lebih lanjut Carda juga mengungkapkan, saat ini pihaknya masih konsentrasi melakukan upaya penanggulangan pencegahan penyebaran virus Covid-19 dengan menerapkan SOP kesehatan ke beberapa titik fasilitas umum serta konsentrasi melakukan penyemprotan desinfektan secara rutin, serta akan membagikan hand sanitazer kepada masyarakat.
Hal itu dilakulan, sambung dia, dengan tujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat dan memberikan pembelajaran kepada masyarakat untuk terbiasa hidup bersih dan menghindari kerumunan banyak orang.
“Jumlah ODP maupun PDP di Desa Jatiseeng nihil, tetapi sikap kewaspadaan juga harus tetap dilakukan, salah satunya kedatangan warga sekitar 30 orang (ODR) dari wilayah Jabodetabek, yang sudah melapor dan disarankan untuk sementara berdiam dulu di rumah,” terangnya. (Nawawi)














































































































Discussion about this post