INDRAMAYU, (FC).- Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar akan menutup lokasi semburan gas, yang terletak di Blok Cilumbu Desa Sukaperna Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu.
Perihal itu diungkapkan Bupati Nina saat meninjau langsung lokasi semburan gas liar tersebut. Hal ini menyusul adanya laporan dan keluhan dari masyarakat yang merasa resah serta khawatir semburan itu membesar.
“Semburan gas ini sudah beberapa kali terjadi di Kecamatan Tukdana, dimana semburan tersebut diperkirakan berasal dari sumur peninggalan zaman Belanda yang sudah tidak terpakai,” ungkapnya kepada FC, Rabu (28/4).
Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan akan menggandeng kembali PT Pertamina untuk menutup lokasi semburan yang sudah berulang kali terjadi.
“Saya berharap dengan berkoordinasinya BPBD dan PT Pertamina, dapat segera menutup secara total semburan tersebut, dan tidak terjadi lagi kedepannya,. Sehingga kegiatan warga sekitar di area pesawahan dapat berjalan dengan normal kembali,” ungkapnya
Nina juga memastikan, untuk pengamanan di sekitar lokasi untuk diberi batas aman. Sehingga warga tidak mendekat ke lokasi yang dikhawatirkan berbahaya dan dapat meracuni pernapasan.
Seperti diketahui, semburan gas yang bercampur dengan air dan pasir ini terus membesar dan banyak dikeluhkan masyarakat, mengingat dampaknya kepemukiman warga dan area pesawahan warga
Dikatakan warga setempat Abidin, kondisi semburan gas ini tidak hanya mengancam pemukiman warga, melainkan juga areal pesawahan warga sekitar yang letaknya tidak jauh dari lokasi semburan.
“Diameter semburan ini mencapai satu meter lebih dengan tinggi semburan mencapai satu meter,” ungkapnya.
Dia berharap dan meminta agar pihak terkait untuk dapat mengatasi fenomena alam ini. Karena yang sudah lama terjadi, tapi tidak kunjung ada solusinya untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Aroma dari semburan gas bekas sumur Belanda ini baunya sangat menyengat, sehingga membuat warga sesak nafas dan pusing jika menghirup bau dari gas liar tersebut,” ujarnya.
Hingga saat ini, semburan gas liar di Desa Sukaperna perbatasan Kecamatan Tukdana terus meluap, bahkan tumpahan air disertai pasir dari semburan gas liar ini terus mengalir ke pesawahan warga.
Seperti diketahui, semburan gas bercampur air tiba-tiba muncul di area bekas sumur minyak tua milik Pertamina. Lokasinya hanya berjarak sekira 500 meter dari permukiman warga.
Awalnya, semburan hanya kecil namun kemudian besar hingga setinggi 50 cm. Warga setempat, melaporkan kejadian tersebut ke aparat desa dan polsek setempat. (Agus)













































































































Discussion about this post