“Iya investor yang bangun, kita yang mengelola. Jadi jangan khawatir bila sudah jadi pemasaran kios kita yang pegang,” imbuhnya.
Sementara Direktur Operasional dan Usaha Perumda Pasar Berintan Maman Suryaman berencana untuk membenahi Pasar Pagi. Pasalnya, pasar itu akan dijadikan pasar Standar Nasional Indonesia (SNI). Maka akan dilengkapi berbagai fasilitas, diantaranya pemisahan loss basah dan kering, ruang menyusui, ruang bermain anak dan fasilitas penunjang lainnya.
“Dari pusat sudah acc, nanti akan ada tim untuk membantu kita melengkapi fasilitas Pasar Pagi,” katanya.
Hal senada diungkapkan Direktur Umum dan Keuangan Perumda Pasar Berintan Dudung Abdul Rifa’i. Namun ada PR yang belum dilaksanakannya karena pandemi Covid-19. Seperti pembangunan pasar tematik buah-buahan di Kalitanjung, dan peningkatan fungsi dari Pasar Balong.
“Insyaallah, PR itu akan dikerjakan setelah pandemi Covid-19 berakhir. Sehingga program kerja yang sudah disusun bisa berjalan,” terangnya.
Dirut sementara PD Farmasi Kadini akan menjalankan arahan walikota. Yakni pembenahan internal perusahaan, dengan mengevaluasi organisasi, administrasi dan lainnya. Menginventarisir semua potensi usaha dan kerjasama dengan pihak lain yang bisa diambil.
“Kami juga mempunyai rencana agar PD Farmasi ini bisa menjadi pemasok obat dan alkes bagi rumah sakit dan puskesmas di Kota Cirebon. Sehingga bisa menghasilkan pendapatan untuk kas daerah,” pungkasnya. (Gus)













































































































Discussion about this post