“Supaya ini bisa diterima oleh masyarakat banyak, maka harus lebih gencar lagi dalam mensosialisasikan gerakan uang non tunai ini” ujar Eti.
Saat disinggung mengenai diresmikannya pojok baca BI, Eti mengaku senang. Pasalnya, membaca harus menjadi gaya hidup. Kebiasaan membaca idealnya ditanamkan sejak masih kanak-kanak. Sehingga saat dewasa kelak, anak-anak sudah terbiasa membaca.
“Bank Indonesia ini tidak hanya perduli terhadap UMKM, tetapi juga dengan dalam pendidikan juga. Maka patutlah saya untuk berbanga dan sangat senang dengan adanya pojok baca ini” tandas Eti.
Ditempat yang sama, Bakti Artanta selaku Kepala KPw BI Cirebon menjelaskan, QRIS merupakan standarisasi pembayaran dengan menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia.
Tujuannya agar proses transaksi yang dilakukan menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Dengan adanya QRIS, maka seluruh transaksi pembayaran yang menggunakan QR Code hanya memerlukan satu QR Code saja.
Di hadapan ratusan siswa, Bakti Artanta, mengenalkan apa itu QRIS, kemudahannya, cara penggunaannya, serta keuntungan ketika menggunakannya. Ratusan siswa yang baru mengenal apa itu QRIS tampak antusias memperhatikan.











































































































Discussion about this post