KAB.CIREBON, (FC).- Sejumlah bangunan liar yang tumbuh subur di atas saluran di sepanjang jalan Aspen menuju Pesalakan, tepatnya di Desa Karangsari, Kertasari dan Bode Sari, Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon.
Bangunan liar ini merupakan masalah serius yang dapat menghambat fungsi irigasi dan meningkatkan risiko banjir di sekitarnya.
Diduga selain tidak meliki izin, bangunan-bangunan ini juga menghalangi aliran air, mempersempit saluran, dan menjadi penyebab cepat rusaknya infrastruktur jalan karena air saat hujan tidak mengalir sempurna ke pembuangan irigasi.
“Pemerintah daerah dan instansi terkait perlu melakukan penertiban dan penegakan hukum untuk mengatasi masalah ini,” kata salah satu pengguna jalan, Sarja (51), Kamis (24/7).
Kata dia, genangan air di sepanjang jalan Aspen ini sering terjadi saat turun hujan, tak hanya dipicu oleh sampah yang tertahan juga disebabkan pendangkalan di saluran tersebut.
“Banyaknya bangunan yang berdiri di atas saluran juga menjadi penyebabnya, ada mungkin belasan bangunan liar yang menyebabkan saluran air mengalami malfungsi,” katanya.
Melihat kondisi tersebut, tentu menjadi pekerjaan rumah (PR) yang berat bagi Pemkab Cirebon, terutama untuk menormalisasi saluran. Karena yang harus ditangani bukan hanya sampah dan sedimentasi saja. Justru yang terberat adalah membebaskan drainase dari bangunan liar.
“Bangunan semi permanen milik warga itu ada yang berbentuk tempat tinggal sekaligus kios untuk berjualan, bengkel dan warung. Itu sudah lama dibiarkan,” tandasnya.
Salah satu pengguna jalan lainnya, asal Kecamatan Sumber, Kaelani (46) menyatakan, yang mendirikan bangunan di atas saluran itu adalah warga sekitar dan sudah bertahun – tahun dibiarkan.
“Justru dengan membangun tempat jualan tersebut banyak warga sekitar mampu meraup omzet cukup banyak, sudah bertahun – tahun mereka aman-aman saja, meskipun dampak bangunan liar sangat banyak sekali, selain membuat jalan cepat rusak karena pembuangan air tidak sempurna dan lainnya,” ujarnya.
Saluran pembuangan air yang menjadi sarang bangunan liar juga terlihat di wilayah Desa Kertasari dan Bodesari banyak ditemukan bangunan liar yang ’melangkahi’ saluran air.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya, Camat Weru, Hevazy Aldahary mengatakan, saat ini pihaknya tengah meminta data ke Kuwu Karangsari terkait jumlah dan kepemilikan bangunan liar yang berdiri di atas saluran tersebut.
“Akan kita telusuri dulu kebenarannya. Kami juga tengah minta data – datanya,” singkat Alda.
Pantauan Fajar Cirebon, deretan bangunan liar mudah ditemui di sepanjang jalan Aspen, sedikitnya ada belasan bangunan yang difungsikan sebagai kios rotan, bengkel, kios oleh-oleh dan lainnya. (Johan)















































































































Discussion about this post