KAB.CIREBON, (FC).- Jenazah Egi Ramadan (30), anak buah kapal (ABK) asal Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kidanalampa, Rabu (15/4) siang.
Jenazah tiba di kampung halaman sekitar pukul 12.30 WIB setelah menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 16 jam dari Denpasar, Bali.
Kedatangan jenazah disambut keluarga dan warga yang telah menunggu sejak siang hari.
Setibanya di lokasi, jenazah langsung disalatkan di musala setempat sebelum dibawa ke pemakaman. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat, diiringi doa dan isak tangis keluarga.
Ayah korban, Kartomi (52), mengaku tidak terima atas kematian anaknya dan meminta aparat penegak hukum memproses kasus tersebut secara adil.
“Saya sebagai ayah tidak terima. Minta proses hukum seadil-adilnya dan pelaku dihukum seberat-beratnya,” ujarnya.
Kartomi mengatakan, kabar kematian anaknya pertama kali diketahui dari video yang dikirim oleh rekan korban. Ia sempat tidak percaya sebelum memastikan kabar tersebut benar.
“Saya lihat videonya, tidak percaya. Tapi ternyata benar itu anak saya,” katanya.
Ia juga membantah informasi yang menyebut korban terlibat keributan sebelum kejadian. Menurutnya, Egi dikenal sebagai pribadi yang baik.
“Egi itu orangnya baik. Tidak mungkin seperti yang dituduhkan,” ucapnya.
Selama dua tahun bekerja sebagai ABK, Egi belum sempat pulang ke kampung halaman. Rencana untuk pulang tahun ini, kata Kartomi, tidak pernah terwujud.
“Tahun ini katanya mau pulang, kangen rumah. Tapi pulangnya seperti ini,” ujarnya.
Proses penjemputan jenazah dilakukan langsung oleh keluarga bersama perangkat desa. Rombongan berangkat dari Cirebon pada Senin dan tiba di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, keesokan harinya.
Kasi Umum Desa Pegagan, Bobby Rachman Sampurno, mengatakan seluruh proses pemulangan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Semua sudah terkoordinasi dengan baik, dari penjemputan sampai pemulangan,” katanya.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi dari penyidik, kabar yang menyebut korban memicu keributan tidak benar. Pemerintah desa, lanjutnya, akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas.
Egi diketahui menjadi korban pembunuhan di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, pada Jumat (10/4) dini hari. Dalam peristiwa tersebut, satu korban lainnya, Hisam Adnan (29), juga ditemukan meninggal dunia.
Polisi telah menangkap lima tersangka yang kini menjalani proses hukum. (Johan)













































































































Discussion about this post