KAB. CIREBON, (FC).- Tiga rumah warga di RT/01 RW/01 Dusun Pahing Desa Waleddesa Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon terancam longsor tergerus arus Sungai Cisanggarung. Bahkan, salah satu rumah milik Hartono tanah dibagian dapur telah hilang yang menyebabkan pondasi rumah tersebut rontok dan menggantung.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon dan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWSCC) diminta segera melakukan upaya penanganan sebelum bangunan rumah tersebut hanyut terbawa longsor derasnya arus Sungai Cisanggarung.
Salah seorang warga yang rumahnya terancam longsor Mira, kepada FC, Rabu (9/3) mengungkapkan, semenjak 3 bulan terahir kondisi Sungai Cisanggarung sering meluap, arus deras sungai sedikit demi sedikit menggerus tepi sungai dan melongsorkannya.
Terahir kali, ungkap Mira, kejadian minggu kemarin luapan Sungai Cisanggarung sudah menggerus bagian bawah pondasi rumah milik tetangganya, Hartono yang sekarang sudah mengungsi ke rumah saudaranya. Dari tiga rumah yang terancam longsor tersebut hanya tinggal rumah dirinya dan rumah milik Rita yang masih ditempati.
“Kalau harus pindah, mau pindah kemana, kami cuma hanya punya rumah ini saja, “papar Mira.
Ditambahkan Mira, seharusnya sejak awal terjadi longsor, pihak berwenang segera melakukan penanganan sementara dahulu agar serangan arus sungai tidak terus menggerus, yang menyebabkan bagian bawah pondasi rumahnya tergerus.
Mira mengaku, beberapa petugas pernah datang dan mengecek lokasi, mereka mengatakan akan segera dilakukan perbaikan, tapi tidak tahu kapan dilakukan karena kondisi longsor kini sudah semakin mengancam rumahnya. Ia berharap BBWSCC jangan hanya memberi janji akan ditangani tetapi tidak pernah direalisasikan.
“Dari dulu pernah ada yang datang katanya mau akan dilakukan penanganan sementara, mau dikirim kayu untuk penahan serangan arus sungai, tapi sampai sekarang belum juga dilakukan,” keluhnya.
Sementara Kuwu Waleddesa, Moh. Halwani menjelaskan, jauh sebelum terjadinya longsor yang lebih parah, pihaknya telah melayangkan proposal ke BBWSCC untuk dilakukan penanganan permanen dengan melakukan pemberonjongan.
“ Karena di seberang sungai desa tetangga sudah dibronjong sehingga serangan arus lebih kuat ke wilayah bantaran yang ada di Desa Waleddesa yang belum dilakukan pembronjongan,” ujarnya.
Akibatnya, kondisi tersebut bukan saja mengancam beberapa rumah milik warganya namun juga jalan provinsi yang menghubungkan Kuningan- Waled, dari upaya yang dilakukannya tersebut, informasinya akan dilakukan penanganan di tahun anggaran 2022 ini.
“Katanya tim ahli akan turun melihat lokasi, mau tahu penanganan apa yang layak dilakukan, apakah pembronjongan atau dibuatkan tiang pancang, kita masih menunggu,”jelasnya. (Nawawi)














































































































Discussion about this post