KAB. CIREBON, (FC).- Pemerintah Desa Kalipasung, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon melakukan terobosan dalam penanggulangan sampah yang ada di desanya. Salah satunya dengan membangun rumah sampah ramah lingkungan. Bahkan diklaim air limbah pembakaran bisa untuk memelihara ikan.
Saat dikonfirmasi Kuwu Kalipasung, Endi Supriyadi kepada FC mengungkapkan, dengan adanya pembakaran sampah yang ramah lingkungan ini, berharap menjadi solusi dalam penanggulangan sampah yang ada di desanya, sehingga problem atau persoalan sampah yang ada di masyarakat khususnya Desa kalipasung bisa teratasi.
Pria yang akrab disapa Endi ini menjelaskan, setelah sepekan melakukan uji coba dan melakulan evaluasi beberapa persoalan yang ditemukan, akhirnya kini sudah dimulai beroperasi secara resmi penggunaannya. Menurutnya, sebagai permulaan pembakaran sampah untuk saat ini baru mencoba sampah dari warga yang ada di dusun 1 dan 2 dulu, dari empat dusun yang ada di Desa Kalipasung. “Alhamdulillah, hari ini Senin (7/3) kemarin, kita baru mencoba konsep rumah sampah ramah lingkungan, dengan melakukan pembakaran sampah sebayak dua kubik sampah, dan waktu yang dibutuhkan selama tiga jam,” ungkapnya, Senin (7/3).
Dijelaskannya, di awal memang pihaknya masih melakukan berbagai kajian, sehingga berharap ke depannya efektivitas rumah pembakaran sampah ramah lingkungan ini menjadi solusi terbaik dalam penanganan sampah di desanya. Dikatakannya, saat ini tungku pembakaran baru bisa melakukan pembakaran sekitar lima sampai enam kubik per hari, namun hal itu akan terus ditingkatkan sehingga hasil yang didapat akan lebih maksimal. “Saat ini kan baru ada empat pekerja, nanti kalau intensitasnya banyak, bisa saja itu akan ditambah pekerjaan sehingga bisa dilakukan pembakaran dengan di shif,” ungkapnya .
Endi pun menuturkan, di awal memang ada beberapa kendala yang dihadapi, namun seiringnya waktu dan berbagai cara dilakukan sehingga kendala yang dihadapi dapat teratasi. “Kalau untuk pengolahan rumah sampah ramah lingkungan ini di kelola oleh BUMDes,” paparnya.
Masih dikatakan Endi, dampak polusi yang ditimbulkan dari pembakaran sampah ini sangat minim, pasalnya asap yang keluar dari cerobong yang ada diyakininya tidak mencemari lingkungan sekitar, ini dikarenakan asap yang keluar dari pembakaran di semprot dengan air menggunakan blower, dan air dari penyemprotan tersebut ditampung di lima bak penampungan. “Artinya asap yang keluar dari cerobong tidak hitam, tapi bersih dan tidak banyak,” ungkapnya.
Lebih lanjut Ia menjelaskan, dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat maupun lingkungan sekitar, air dari penampungan yang berada di samping rumah sampah ini, nantinya akan diternak ikan lele untuk mengetahui limbah yang dihasilkan ini apakah berbahaya atau tidak. “Kalau ikan lele tersebut mati, nantinya kita akan terus melakukan perbaikan sehingga air tersebut dipastikan aman dan tidak membahayakan masyarakat maupun lingkungan sekitar,” tandasnya.
Menurutnya, dalam menanggulangi keberadaan sampah di desanya, tidak serta merta dapat tertangani sepenuhnya, idealnya di tiap dusun ada rumah sampah, namun ke depannya minimal akan dibangunkan satu lagi. “Pembangunan rumah sampah ramah lingkungan ini, dibangun dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp174 juta, semoga ini menjadi solusi terbaik dalam menanggulangi sampah di Desa Kalipasung, sesuai harapan semua pihak,” pungkasnya. (Nawawi)










































































































Discussion about this post