KAB. CIREBON, (FC).- Larangan mudik lebaran tahun ini membuat sebagian masyarakat mencari cara untuk bisa mudik.
Salah satunya seperti yang dilakukan warga Kabupaten Cirebon, yakni mudik melalui jalur laut dengan menggunakan perahu nelayan.
Kabar mudik para nelayan tersebut sudah didengar Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi. “Mereka yang mudik itu warga Mundu, jadi masuk wilayah hukum Polres Cirebon Kota,” kata Syahduddi, Rabu (28/4).
Meski demikian, kata dia, pihaknya sudah memerintahkan Kasatpolair untuk terus melakukan patroli.
Hal itu untuk mengantisipasi adanya pemudik melalui jalur laut yang bersandar di wilayah hukum Polresta Cirebon, seperti di wilayah Gebang, Kabupaten Cirebon.
“Kasatpolair sudah saya perintahkan untuk patroli,” ujar Syahduddi.
Dijelaskan Syahduddi, di wilayah perairan Gebang, Satpolair sudah memantau titik-titik yang menjadi tempat bersandarnya perahu para pemudik.
Ia mengungkapkan, pihaknya sudah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon untuk melakukan rapid test jika mendapati pemudik yang nekat menggunakan jalur laut.
“Langkahnya adalah melakukan rapid test, dan sudah disepakati dengan Dinas Kesehatan. Jadi kalau pemudik kedapatan reaktif, solusinya ya isolasi,” terangnya.
Untuk jalur darat sendiri, imbuh Syahduddi, sampai saat ini masih belum terpantau adanya aktivitas mudik, baik yang melintas di jalan tol maupun jalan arteri.
Ia menyebut, addendum SE penambahan larangan mudik dari pemerintah cukup efektif mencegah masyarakat melakukan mudik.
“Aktivitas mudik di Jalur tol dan arteri masih normal, addendum SE larangan mudik cukup efektif mencegah masyarakat untuk mudik,” ungkapnya. (Ghofar)
















































































































Discussion about this post