KAB. CIREBON, (FC).- Arus sungai Cimanis tidak hanya memutuskan akses jalan pertanian, namun juga saluran irigasi induk di Desa Beringin Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon sehingga akan mengancam musim tanam yang segera berlangsung.
Kasie Kesejahteraan Desa Beringin, Ruswan kepada FC Minggu (15/3) mengatakan, hujan besar yang terjadi beberapa hari lalu membuat arus sungai Cimanis memutuskan jalan pertanian.
Dampaknya juga merembet ke saluran irigasi induk yang berada disamping antara sungai Cimanis dan jalan pertanian juga ikut terputus.
Tentunya, kondisi tersebut sangat membahayakan para petani pada musim tanam yang akan datang.
“Ini para petani sudah pada panen, paling setengah bulan lagi akan musim tanam, kondisi akses jalan dan irigasi seperti ini akan menjadi masalah bagi para petani,” paparnya.
Musim tanam yang akan dating, lanjut dia, diprediksi terjadi saat pergantian musim penghujan ke musim kemarau.
Sementara musim tanam mendatang memasuki kemarau sedangkan saluran irigasi induk ikut terputus.
Akibatnya, pasokan air ke area pertanian selain air hujan itu tidak ada, jika kondisi tetap seperti ini dengan tidak ada perbaikkan, Ruswan memprediksi petani akan pikir ulang jika akan menanam.
“Bisa jadi musim tanam mendatang akan ditunda atau bahkan petani lebih memilih tidak tanam daripada terancam akan merugi akibat persoalan air,” ungkapnya.
Sementara itu salah seorang petani, Kadiran mengatakan, saat ini dirinya tengah melakukan panen dan biasanya dua minggu lagi akan langsung mulai menanam lagi.
Namun dirinya bingung jika mulai menanam dengan kondisi saluran irigasi induk terputus.
“Bingung nantinya airnya dari mana, saluran irigasinya saja putus nggak bisa kirim air kesawah terus kita dapat air dari mana. Kalau masih hujan masih aman, tetapi kalau sudah kemarau maka akan kekeringan,” tandasnya. (Nawawi)














































































































Discussion about this post