KAB. CIREBON, (FC).- Selama musim penghujan, sejak Desember 2020 sampai dengan akhir Februari 2021, desa Mekarsari kecamatan Waled telah mengalami banjir sebanyak 19 kali.
Kuwu Mekarsari, Uman Jayus Nudin mengatakan, banjir di tahun 2021 merupakan banjir yang sering terjadi dan terparah dari tahun-tahun sebelumnya.
“Selama musim hujan ini, desa kami dilanda banjir sudah 19 kali, dan terparah di minggu ini,” kata Uman kepada FC, Selasa (9/3).
Dengan seringnya banjir, Uman mengungkapkan, bahwa warga desa Mekarsari sudah terbiasa dan pasrah dengan bencana yang melanda.
Untuk itu ia berharap secepatnya ada tindakan untuk penanggulangan banjir. “Sudah seringkali ada yang survey, melihat kondisi wilayah kami, cuma belum juga ada solusi terbaik untuk mencegah banjir terjadi,” ujarnya.
Diakuinya, setiap informasi hujan di wilayah kecamatan Waled, apalagi di wilayah hulu sungai Ciberes tepatnya di Kabupaten Kuningan, warga mulai resah dan bersiap diri.
“Harapan sih pemerintah bisa secepatnya ada aksi untuk menanggulangi, agar tidak banjir lagi, berikan kami rasa tenang walaupun hujan lebat,” tegasnya.
Uman berharap, di tahun ini bisa dibangun infrastruktur sebagai penanggulangan banjir yang semakin waktu semakin sering terjadi.
“Apapun tindakannya, mau pengerukan atau normalisasi, pembangunan embung dan lainnya, yang terpenting tidak lagi ada banjir di wilayah kami,” pungkasnya. (Harun)













































































































Discussion about this post