KAB.CIREBON, (FC).- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai mematangkan persiapan penentuan lokasi Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 dengan melakukan survei ke tiga pondok pesantren di Kabupaten Cirebon, Sabtu (4/7).
Dari hasil peninjauan awal, Pondok Buntet Pesantren dinilai telah memenuhi sejumlah persyaratan dasar sebagai calon tuan rumah, meski keputusan akhir masih menunggu hasil evaluasi panitia pusat.
Survei dilakukan Tim Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) PBNU di Pondok Buntet Pesantren, Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, dan Pondok Pesantren Kempek.
Peninjauan bertujuan memastikan kesiapan sarana dan prasarana sebelum lokasi penyelenggaraan forum permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama itu ditetapkan.
Katib Syuriyah PBNU, KH Abu Yazid Al-Busthami, mengatakan tim melakukan verifikasi terhadap berbagai aspek pendukung, mulai dari ketersediaan gedung persidangan, akses transportasi, akomodasi peserta, hingga kelancaran mobilitas tamu.
“Kami ingin memastikan seluruh aspek pendukung benar-benar siap sebelum keputusan ditetapkan,” ujarnya.
Menurut Abu Yazid, Muktamar NU ke-35 diperkirakan dihadiri sekitar 5.000 hingga 6.000 peserta. Selain itu, ribuan warga Nahdliyin diprediksi turut memadati lokasi penyelenggaraan sehingga kesiapan infrastruktur menjadi perhatian utama.
“Bukan hanya peserta, tetapi juga ribuan warga Nahdliyin akan hadir. Karena itu seluruh fasilitas harus benar-benar memadai,” katanya.
Ia menegaskan hasil survei lapangan belum menjadi dasar penetapan tuan rumah. Seluruh temuan akan dilaporkan kepada panitia pusat untuk dibahas dalam rapat evaluasi sebelum keputusan resmi diumumkan.
Meski demikian, Abu Yazid menyebut Pondok Buntet Pesantren telah memenuhi sejumlah persyaratan awal berdasarkan hasil peninjauan di lapangan. Namun, penentuan lokasi tetap menjadi kewenangan penuh Tim SC dan OC PBNU.
“Kami tidak menentukan lokasi. Tugas kami hanya menyampaikan hasil survei secara objektif sebagai bahan pertimbangan panitia pusat,” tegasnya.
Selama berada di Pondok Buntet Pesantren, tim meninjau sejumlah fasilitas yang diproyeksikan menjadi lokasi kegiatan muktamar, di antaranya gedung persidangan, Graha Mbah Muqayyim, masjid, ruang rapat, hingga lapangan yang selama ini digunakan untuk berbagai kegiatan berskala nasional.
Menurut Abu Yazid, apabila kapasitas gedung utama belum mencukupi, area lapangan dapat dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan besar karena telah memiliki pengalaman menjadi tempat pelaksanaan agenda nasional, termasuk kunjungan Wakil Presiden.
“Fasilitas yang tersedia cukup representatif untuk mendukung pelaksanaan Muktamar,” ungkapnya.
Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Wawan Arwani, menyatakan seluruh elemen Nahdlatul Ulama di Kabupaten Cirebon siap apabila dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar ke-35.
“Insya Allah seluruh pesantren siap. Untuk kepentingan NU, kami siap memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Pengasuh Pondok Buntet Pesantren, KH Fahad Ahmad Sadat, juga menyambut positif hasil peninjauan tersebut.
Ia mengatakan seluruh fasilitas yang diproyeksikan untuk pelaksanaan sidang pleno, pembukaan, hingga akomodasi peserta telah diperlihatkan kepada tim survei.
“Alhamdulillah, secara sarana, prasarana, dan dukungan lingkungan pesantren kami siap apabila dipercaya menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Muktamar,” katanya.
Survei tersebut dipimpin Katib Syuriyah PBNU KH Abu Yazid Al-Busthami bersama Ketua PBNU KH Ahmad Fahrurrozi, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H. Amir Ma’ruf, Bendahara PBNU H. Nuruzzaman, serta Staf PBNU Hj Qonitatul Ulya.
Turut mendampingi Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad dan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani. (Nawawi)






































































































Discussion about this post