INDRAMAYU, (FC).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu mendorong Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) 2026 menjadi ajang pembinaan karakter dan prestasi generasi muda.
Asisten Daerah (Asda) I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Indramayu, Iin Indrayati, mengatakan, Porsadin merupakan sarana pembinaan karakter, pengembangan bakat, serta penguatan ukhuwah Islamiyah di kalangan para santri.
Sebab, menurut dia, Madrasah Diniyah Takmiliyah se-Kabupaten Indramayu yang menjadi peserta dalam Porsadin 2026 memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berkarakter sebagai modal utama pembangunan daerah.
“Pelaksanaan Porsadin 2026 juga sejalan dengan visi Indramayu REANG,” ujar Iin Indrayati saat ditemui usai pembukaan Porsadin 2026 di Alun-Alun Indramayu, Jalan Letjen S Parman, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Kamis (2/7/2026).
Ia mengatakan, Pemkab Indramayu terus memberikan perhatian terhadap pendidikan keagamaan, salah satunya melalui alokasi insentif bagi guru Madrasah Diniyah yang pada tahun ini anggarannya mencapai Rp 13,99 miliar.
Pihaknya pun mengajak seluruh peserta Porsadin 2026 yang diselenggarakan DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Indramayu itu untuk menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran selama bertanding.
“Kami juga berharap dewan juri dan para pelatih dapat menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan Porsadin 2026 ini,” kata Iin Indrayati
Dalam kesempatan itu, Iin yang membuka gelaran Porsadin 2026 juga turut menyerahkan secara simbolis insentif guru madrasah kepada perwakilan DPC FKDT Kabupaten Indramayu.
Sementara, Kepala Bidang Pendidikan dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jawa Barat, Ahmad Syukri, menyampaikan, Porsadin bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi wadah mempererat silaturahmi, dan menanamkan nilai sportivitas, kejujuran, serta integritas.
Karenanya, Porsadin menjadi sarana pembinaan santri untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki akhlak mulia sekaligus mengembangkan potensi di bidang keagamaan, olahraga, serta seni.
“Semoga Porsadin 2026 menjadi wadah lahirnya santri-santri berprestasi yang mampu mewakili Kabupaten Indramayu di tingkat Provinsi Jawa Barat hingga nasional,” ujar Ahmad Syukri.
Ketua Pelaksana Porsadin 2026 Kabupaten Indramayu, Aspuri, mengatakan, Porsadin menjadi momentum bagi santri untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus memperkuat ukhuwah dan semangat kebersamaan.
“Porsadin 2026 juga diikuti 2.000-an santri dari 31 kecamatan se-Kabupaten Indramayu, sehingga menjadi sarana evaluasi pendidikan dan pengembangan minat serta bakat di bidang olahraga, seni, hingga keagamaan,” kata Aspuri. (Agus Sugianto)









































































































Discussion about this post