KOTA CIREBON, (FC).- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan di musim pancaroba. Mengingat kondisi panas matahari di siang hari sangat terik dan malam hari dingin.
Kondisi demikian rawan terhadap berbagai penyakit, khususnya yang berkaitan dengan gangguan pernapasan. Dinkes meminta masyarakat menjaga pola hidup sehat di musim pancaroba.
“Memang saat ini kita sedang memasuki musim kemarau dengan suhu yang terasa semakin meningkat dari hari ke hari. Karena itu kami mengimbau masyarakat menjaga kesehatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr. Siti Maria Listiawaty, Kamis (2/7/2026).
Masih kata Maria, musim pancaroba tahun ini disertai peningkatan suhu yang cukup signifikan. Bahkan, para ahli menyebutnya “Godzilla El Nino”, yang menyebabkan cuaca menjadi lebih panas dibanding biasanya.
“Di beberapa negara sudah mengalaminya kalau di Indonesia mudah-mudahan tidak terjadi karena pasti siang hari sangat panas suhunya sampai 40 drajat celsius,” tambah Maria.
Ia mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat matahari berada pada puncak teriknya, yakni sekitar pukul 10.00 hingga 15.00 WIB.
Jika aktivitas di luar rumah tidak dapat dihindari, masyarakat disarankan mencari tempat yang teduh atau menggunakan pelindung diri seperti topi, payung maupun pakaian yang dapat melindungi tubuh dari paparan sinar matahari secara langsung
Selain itu, masyarakat diminta memperbanyak konsumsi air putih agar tubuh tetap terhidrasi. Menurutnya, asupan cairan yang cukup sangat penting untuk membantu menurunkan suhu tubuh sekaligus mencegah dehidrasi maupun serangan heat stroke yang berpotensi membahayakan kesehatan.
“Minumlah air putih dalam jumlah yang cukup, terutama ketika cuaca sedang sangat terik. Ini penting agar tubuh tetap terhidrasi, suhu tubuh tetap terjaga, serta dapat mengurangi risiko dehidrasi maupun heat stroke,” katanya.
Dinkes juga mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker, khususnya saat beraktivitas di jalan yang berdebu atau ketika kondisi tubuh sedang kurang fit. Penggunaan masker dinilai dapat membantu mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan yang cenderung meningkat pada musim kemarau.
Menurut dr. Maria, kondisi udara yang kering selama musim kemarau juga berpotensi memicu peningkatan sejumlah penyakit. Beberapa di antaranya adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), gangguan kulit akibat kulit kering, hingga reaksi alergi. (Agus)









































































































Discussion about this post