KAB.CIREBON, (FC).- Kondisi saluran irigasi di sepanjang jalan poros Pengarengan–Lemahabang, tepatnya di depan Pasar Japura, Desa Japura Kidul, Kecamatan Astanajapura, kian memprihatinkan.
Penyempitan saluran akibat banyaknya bangunan kios yang berdiri di atas dan di sepanjang jalur irigasi membuat fungsi drainase tidak lagi berjalan optimal.
Akibatnya, kawasan tersebut kerap dilanda genangan saat hujan deras mengguyur. Air yang seharusnya mengalir melalui saluran justru meluap ke badan jalan karena kapasitas tampung irigasi terus berkurang.
“Kalau hujan deras, air sering meluber ke jalan. Salurannya sekarang sudah terlalu sempit,” ujar seorang warga, Selasa (2/6).
Warga menuturkan, kondisi saluran saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Pada 2012, lebar saluran diperkirakan mencapai 1,3 meter dengan kedalaman sekitar satu meter sehingga mampu mengalirkan debit air secara normal.
Namun seiring bertambahnya bangunan usaha di sekitar Pasar Japura, terutama di wilayah Blok Manis, ukuran saluran terus menyusut. Kini lebar dan kedalamannya diperkirakan hanya tersisa sekitar 50 sentimeter.
Kepala Dusun Manis 1, Rizal Jibran, membenarkan bahwa pihaknya kerap menerima keluhan warga terkait genangan yang terjadi saat musim hujan.
Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu banjir lokal sekaligus mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.
“Kami sering menerima laporan dari warga mengenai luapan air yang terjadi setiap kali hujan turun,” katanya.
Menurut Rizal, pemerintah desa bersama masyarakat sebenarnya telah berupaya melakukan pembersihan dan pengurasan saluran secara berkala.
Namun hasilnya belum maksimal karena akses menuju saluran banyak terhalang bangunan yang berdiri di atas maupun di tepinya.
“Kami rutin melakukan pembersihan, tetapi ruang saluran sudah banyak tertutup bangunan sehingga proses normalisasi sulit dilakukan secara maksimal,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan kios dan bangunan usaha yang memanjang di sepanjang saluran menjadi salah satu faktor utama penyebab berkurangnya kapasitas aliran air.
Selain menghambat perawatan, kondisi tersebut membuat fungsi saluran sebagai pengendali dan pembuangan air semakin berkurang.
Masyarakat berharap pemerintah desa, kecamatan, maupun instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
Penataan dan penertiban bangunan yang berdiri di atas saluran dinilai menjadi solusi penting agar fungsi irigasi kembali normal serta mengurangi risiko genangan di kawasan Pasar Japura.
“Perlu ada penanganan serius agar saluran bisa berfungsi kembali dan lingkungan menjadi lebih tertata,” tegas Rizal.
Warga berharap langkah normalisasi dapat segera direalisasikan mengingat kawasan Pasar Japura merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang setiap hari dilalui kendaraan dan pejalan kaki. (Nawawi)










































































































Discussion about this post