KOTA CIREBON, (FC).- Setelah tiga hari pencarian bocah yang tenggelam di Sungai Kriyan, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menemukan jasad Afandi Akbar (11) di muara sungai tersebut atau pesisir Pantai Kesunean, Rabu pagi (6/5).
Setelah sebelumnya dilaporkan hanyut pada Senin (4/5) sekitar pukul 16.00 WIB di aliran Sungai Kriyan, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.
Kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Dimana anak korban berjenis kelamin laki-laki, berusia 11 tahun, seorang pelajar, warga Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, ditemukan setelah pencarian intensif selama tiga hari yang melibatkan berbagai unsur.
Kapolsek Lemahwungkuk IPTU Usep Winta menjelaskan secara rinci, peristiwa tenggelam terjadi pada Senin (4/5) sekitar pukul 16.00 WIB di Sungai Kriyan, saat korban bersama tiga temannya berada di sekitar sungai dan dua di antaranya, termasuk korban, sempat berenang di aliran sungai tersebut.
Ia menambahkan bahwa pada saat kejadian, arus sungai tiba-tiba menjadi deras akibat kiriman air dari wilayah hulu setelah hujan, sehingga salah satu teman korban berhasil menyelamatkan diri, sementara korban sempat tersangkut di pintu air namun tidak mampu bertahan dan akhirnya terlepas serta hanyut terbawa arus.
“Sekitar pukul 16.30 WIB, teman korban sempat berusaha menarik korban untuk diselamatkan, namun upaya tersebut gagal karena derasnya arus, hingga akhirnya korban hilang dari permukaan air dan tidak terlihat lagi oleh warga yang berada di lokasi,” ungkapnya.
Saksi Sumiah, warga Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, menerangkan bahwa dirinya mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat informasi dari anak-anak di sekitar lokasi dan segera melaporkan kejadian tersebut melalui Layanan Polisi 110.
Sementara itu, saksi Agus, laki-laki, Ketua RT, warga Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, menjelaskan bahwa warga sempat melakukan pencarian awal secara mandiri, sebelum aparat dan tim gabungan datang untuk melakukan penanganan lebih lanjut di lokasi kejadian.
“Proses pencarian melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Polsek Lemahwungkuk, Polres Cirebon Kota, Ditpolair, Basarnas Kota Cirebon, BPBD Kota Cirebon, TNI, serta perangkat pemerintah setempat yang bersama-sama menyisir aliran sungai hingga ke muara,” katanya.
Pencarian dilakukan secara intensif selama tiga hari dengan berbagai metode, namun sempat terkendala oleh kondisi arus yang deras dan cuaca yang kurang mendukung, sehingga pencarian dihentikan sementara pada malam hari dan dilanjutkan kembali keesokan harinya.
“Pada Rabu pagi, korban akhirnya ditemukan di muara sungai dalam kondisi meninggal dunia, kemudian langsung dievakuasi oleh tim gabungan dan dibawa ke rumah duka untuk penanganan lebih lanjut serta dilakukan identifikasi oleh Unit Identifikasi Polres Cirebon Kota,” imbuhnya.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menyampaikan, peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak bermain di sekitar aliran sungai, terutama saat kondisi cuaca yang dapat memicu derasnya arus air secara tiba-tiba.
“Duka cita mendalam atas kejadian tersebut serta mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan segera melaporkan kondisi darurat melalui Layanan Polisi 110 agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” tutupnya. (Agus)














































































































Discussion about this post