KUNINGAN, (FC).- Persoalan air bersih dan infrastruktur irigasi pertanian menjadi sorotan utama dalam kunjungan kerja anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PAN, Toto Suharto, ke Desa Sidamulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, belum lama ini.
Kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan Tahun Anggaran 2026 itu berlangsung di gedung serbaguna desa dan dihadiri sekitar 100 warga.
Forum tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara masyarakat dan wakil rakyat untuk menyampaikan berbagai persoalan di tingkat desa.
Dalam kesempatan itu, warga mengeluhkan keterbatasan ketersediaan air bersih, terutama saat musim kemarau. Selain itu, jaringan irigasi pertanian yang belum optimal dinilai berdampak langsung terhadap produktivitas petani.
Kepala Desa Sidamulya, Omon, mengatakan kebutuhan air warga saat ini masih bergantung pada program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang melayani sekitar 260 kepala keluarga sejak 2024.
Namun, debit air kerap menurun saat kemarau sehingga distribusi ke rumah warga terganggu.
“Sumber air kami berasal dari kawasan Cadas Poleng Gunung Ciremai dan digunakan bersama desa lain, sehingga kami membutuhkan tambahan debit air untuk mencukupi kebutuhan warga,” ujarnya.
Di sektor pertanian, warga juga menyoroti pentingnya perbaikan dan pengembangan jaringan irigasi guna menunjang keberlangsungan usaha tani.
Menurut mereka, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi desa sehingga membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Selain itu, keterbatasan Pendapatan Asli Desa (PADes) juga disebut menjadi kendala pembangunan.
Kondisi tersebut diperparah dengan kebijakan penggunaan Dana Desa untuk program Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai memengaruhi ruang fiskal desa.
Menanggapi aspirasi tersebut, Toto Suharto menegaskan seluruh masukan warga akan menjadi bahan dalam fungsi pengawasan DPRD sekaligus dibawa ke tingkat provinsi untuk ditindaklanjuti.
“Kami hadir untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Aspirasi ini akan kami kawal agar bisa masuk dalam perencanaan pembangunan di tingkat provinsi,” ujarnya.
Ia juga mendorong pemerintah desa aktif mengusulkan program melalui mekanisme perencanaan yang ada agar peluang realisasi pembangunan semakin terbuka.
Melalui kunjungan tersebut, diharapkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Sidamulya dapat segera memperoleh solusi konkret melalui sinergi pemerintah desa, kabupaten, hingga provinsi demi mendorong pembangunan yang merata dan berkelanjutan. (Angga)















































































































Discussion about this post