KUNINGAN, (FC).- Kerusakan jalan di sejumlah desa di Kecamatan Pasawahan yang sempat viral di media sosial mendapat perhatian langsung dari Bupati Kuningan.
Hasil peninjauan di lapangan mengindikasikan kerusakan dipicu oleh pergeseran tanah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kuningan, Putu Bagiasna, mengatakan bupati bersama tim PUTR dan BPBD telah turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi, menyusul laporan warga melalui hotline Kuningan Melesat.
“Setelah melihat langsung di lapangan, Pak Bupati bersama PUTR dan BPBD mengamati adanya potensi kerusakan jalan yang disebabkan pergeseran tanah,” ujar Putu, Rabu (15/4).
Ia menjelaskan, kerusakan terjadi di wilayah Desa Ciwiru yang berbatasan dengan Desa Padamatang.
Meski sebelumnya ruas jalan tersebut telah beberapa kali diperbaiki, hasil pengecekan terbaru menunjukkan adanya faktor alam yang memicu kerusakan berulang.
“Dari hasil peninjauan, penyebab kerusakan diduga karena pergeseran tanah,” katanya.
Putu menambahkan, dampak pergerakan tanah tidak hanya merusak infrastruktur jalan, tetapi juga memengaruhi bangunan warga. Setidaknya dua rumah dilaporkan mengalami retakan pada bagian tembok.
“Selain jalan, ada dua rumah warga yang terdampak dengan kondisi tembok mengalami retakan,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Kuningan memastikan akan segera melakukan koordinasi lintas instansi untuk penanganan terpadu.
“Kami akan berkoordinasi dengan BPBD serta Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan. Karena ini tidak hanya soal jalan rusak, tetapi juga fenomena alam yang berdampak pada permukiman,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat di sekitar lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pergerakan tanah susulan yang dapat memperparah kerusakan. (Angga)















































































































Discussion about this post