MAJALENGKA, (FC).- Tragedi memilukan menimpa satu keluarga pemudik asal Karawang di Tanjakan Jahim, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka belum lama ini.
Kecelakaan ini tak hanya menyisakan duka mendalam, namun juga menyingkap misteri jalur ekstrem yang kerap menantang nyali pengendara. Tikungan tajam dan turunan ekstrem Jalur Tanjakan Jahim dikenal sebagai jalur mematikan bagi pengendara yang belum terbiasa lewat daerah tersebut.
Beberapa pengendara mengaku nyaris kehilangan nyawa akibat masalah teknis kendaraan mendadak, di tengah kondisi jalan yang berbahaya.
Jejen, seorang pekerja bengkel, menceritakan pengalaman mengerikan saat melintasi jalur tersebut.
“Mobil yang saya tumpangi tiba-tiba rem blong padahal sebelumnya normal. Saya pakai gigi satu dan rem tangan. Alhamdulillah bisa selamat,” ujarnya Minggu (29/3).
Ia menambahkan, salah satu titik paling berbahaya yakni saat tikungan dekat pohon beringin besar yang berdiri tegak di sisi jalan.
“Secara kasat mata, jalurnya ekstrem dan rawan. Hal mistis di pohon beringin? Saya tidak tahu, tapi jalannya memang berbahaya,” kata Jejen.
Faktor lain yang diduga memicu kecelakaan tersebut adalah tekanan waktu yang dialami sopir elf rombongan keluarga tersebut. Sebelum kejadian, sopir menerima telepon dari pemilik kendaraan agar mobil tiba paling lambat pukul 03.00 WIB.
Diduga karena tuntutan itu, sopir memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, meski sempat diingatkan untuk tidak terburu-buru.
“Saya sudah mengingatkan sopir supaya tidak ngebut, tapi tidak dihiraukan. Sampai akhirnya kecelakaan terjadi sekitar pukul 23.10 WIB,” ungkap salah satu penumpang yang selamat pada kecelakaan tersebut.
Rombongan keluarga itu sebelumnya melakukan perjalanan mudik ke Tasikmalaya dan sempat berlibur ke Pantai Pangandaran sebelum kembali ke Karawang.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pengendara untuk mengutamakan keselamatan, kesabaran, dan kewaspadaan saat melintasi jalur rawan seperti Tanjakan Jahim.
Selain faktor teknis kendaraan, kondisi jalan ekstrem dan tekanan waktu bisa memicu kecelakaan fatal. Tikungan tajam, turunan curam, dan kehadiran pohon beringin yang berdiri di sisi jalan menjadi simbol nyata bahaya jalur ini.
Para pengendara diimbau agar selalu berhati-hati dan waspada serta mengutamakan keselamatan dalam mengenakan kendaraanya. (Munadi)













































































































Discussion about this post