KUNINGAN, (FC).- Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kuningan pasca Idul Fitri 1447 Hijriah. Kondisi ini membuat warga kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut, bahkan harus berburu hingga ke desa lain.
Titin, warga Desa Sidamulya Kecamatan Jalaksana, mengaku kesulitan mendapatkan gas elpiji sejak hari raya.
Ia telah berkeliling ke sejumlah tempat, termasuk ke desa tetangga hingga wilayah Jalaksana, namun tidak membuahkan hasil.
“Saya sudah cari ke mana-mana, sampai ke Jalaksana juga, tapi tetap tidak dapat,” ujarnya, Minggu (22/3).
Hal serupa disampaikan Udin, warga Desa Sukamukti, Kecamatan Jalaksana. Ia mengaku kebingungan mencari gas elpiji 3 kg dan terpaksa mencarinya hingga ke luar wilayah desanya.
“Saya akhirnya dapat di Kelurahan Cirendang, itu juga susah sekali,” katanya.
Di tingkat pengecer, terbatasnya pasokan juga dirasakan para pedagang. Pemilik Zea Mart di Desa Sidamulya menyebutkan, biasanya menerima kiriman antara 25 hingga 50 tabung dari agen di wilayah Cijoho. Namun, sejak Kamis pekan lalu, distribusi mulai tersendat.
“Terakhir Rabu hanya masuk 25 tabung, itu pun langsung habis dalam satu hari,” ungkapnya. Saat ini, gas dijual dengan harga sekitar Rp20 ribu per tabung.
Sementara itu, Warung Iin di Desa Sidamulya yang biasanya mendapat pasokan sekitar 10 tabung per minggu dari agen keliling, mengaku belum menerima kiriman lagi sejak pekan lalu.
Ia menjual gas elpiji dengan harga Rp22 ribu per tabung.
Kondisi serupa terjadi di Warung Sembako Budi Bopak, Desa Sukamukti, yang juga menjadi agen penjualan gas elpiji 3kg
Biasanya, warung tersebut menerima sekitar 100 tabung per minggu.
Gas dijual ke pengecer seharga Rp19 ribu dan ke masyarakat umum sekitar Rp21 ribu per tabung.
Namun, stok terakhir sebelum Lebaran telah habis terjual.
“Menjelang Lebaran kemarin, warga yang biasanya beli satu tabung per minggu meningkat jadi tiga tabung. Jadi stok cepat habis,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengiriman berikutnya diperkirakan akan datang pada Senin atau Selasa mendatang.
Kelangkaan ini diduga dipicu meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri yang tidak diimbangi dengan distribusi pasokan.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti serta langkah penanganan atas kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di wilayah tersebut.(Angga)













































































































Discussion about this post