KAB.CIREBON, (FC).- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon mulai mengubah pola pengelolaan ruang seni dengan mengoptimalkan Ruang Kreasi melalui kolaborasi bersama komunitas seniman lokal, tanpa bergantung pada dukungan anggaran pemerintah.
Langkah tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pameran Lukisan “17 Pitulas” yang digelar di Gedung Ruang Kreasi, Jalan Otto Iskandardinata, Kecamatan Weru, Rabu (4/2) kemarin.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon, Amin Mughni, mengatakan pameran tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Disbudpar dan Paguyuban Pelukis Cirebon, yang dilaksanakan secara mandiri dan gotong royong oleh para seniman.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sepenuhnya kolaboratif. Tidak ada anggaran dari Disbudpar. Paguyuban Pelukis Cirebon berinisiatif menyelenggarakan secara mandiri. Ini menjadi spirit dan penyemangat bagi kami,” ujar Amin.
Menurutnya, kegiatan seni dan budaya tidak selalu harus bertumpu pada anggaran APBD maupun APBN. Dengan keseriusan, semangat kolektif, dan kerja sama antarpelaku seni, aktivitas kebudayaan tetap dapat berjalan dan bahkan berkembang.
Amin menegaskan, pameran ini menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali Ruang Kreasi Kabupaten Cirebon sebagai ruang ekspresi, interaksi, sekaligus penguatan ekosistem ekonomi kreatif, khususnya seni rupa.
“Kami ingin Ruang Kreasi benar-benar hidup. Menjadi titik temu para seniman, ruang dialog, dan ruang tumbuh bagi kreativitas lokal,” katanya.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pemersatu seniman Cirebon dalam menyamakan visi ke depan, termasuk mendorong lahirnya event seni berskala nasional hingga internasional di Kabupaten Cirebon.
Amin mengungkapkan, banyak pelukis asal Cirebon yang selama ini aktif mengikuti pameran di berbagai kota seperti Jakarta, Solo, Pekalongan, hingga Surabaya, namun belum sepenuhnya terwadahi di daerah sendiri.
“Potensi itu ada. Tinggal bagaimana kita membuka ruang dan membangun kolaborasi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pameran Lukisan 17 Pitulas, Guntur Alibasa, menyebutkan pameran tersebut menampilkan sekitar 40–45 karya lukis dari 20 seniman yang tergabung dalam Paguyuban Pelukis Cirebon.
Ia menjelaskan, pameran ini bertujuan membangkitkan kembali gairah berkarya sekaligus menghidupkan seni rupa Cirebon yang dinilainya sempat mengalami stagnasi.
“Selama ini seni rupa di Cirebon seperti mati suri, timbul tenggelam. Dengan kegiatan rutin, kami ingin masyarakat semakin dekat dan terbiasa dengan seni rupa,” kata Guntur.
Menurutnya, pihaknya juga berupaya memasyarakatkan seni rupa dengan menghadirkan pameran di ruang-ruang publik, sebagaimana yang sebelumnya telah dilakukan di Pasar Batik Cirebon.
Guntur menambahkan, meski Cirebon belum memiliki institusi pendidikan seni rupa formal, daerah ini memiliki banyak seniman potensial yang mampu bersaing dengan kota-kota besar.
Pameran Lukisan 17 Pitulas dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 4 hingga 8 Februari 2026. Kegiatan tersebut juga diramaikan dengan aktivitas komunitas, pelaku UMKM, serta demonstrasi memasak sebagai bagian dari upaya aktivasi Ruang Kreasi Kabupaten Cirebon. (Ghofar)













































































































Discussion about this post