MAJALENGKA, (FC).- Harapan petani cengkeh di Kabupaten Majalengka untuk dapat mendongkrak ekonomi di tengah pandemi Covid-19 harus sirna. Hal itu lantaran harga komoditi jenis cengkeh mengalami penurunan yang cukup signifikan, yakni dari kisaran Rp100 ribu/kg, kini menjadi Rp60 ribu/kg.
Padalah sebelumnya warga di Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, tengah menanti-nanti musim panen cengkeh yang jatuh pada memasuki musim kemarau tahun ini.
Selain harga cengkeh yang tiba-tiba terjun bebas, kini petani juga harus gigit jari karena mereka kesulitan menjual cengkeh yang telah dipetik dan telah melalui proses pengeringan yang cukup.
Keluhan ini diungkapkan petani cengkeh, Ikhwani (40) yang berada di wilayah Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka.
”Saat ini harga cengkeh itu Rp60 ribu untuk satu kilogram. Tahun lalu, masih mending yakni Rp 70 ribu bahkan sempat juga menyentuh Rp 100 ribu/kg nya. Namun sekarang harga cengkeh terus menurun,” ungkapnya, Selasa (16/6)
Hal yang sama juga diungkapkan petani cengkeh lainnya yang ada di wilayah Kecamatan Sukahaji, Majalengka.
Menurut, Sudirja (43), di tengah pandemi global Covid-19 ini, harga cengkeh memang terus mengalami penurunan.
“Anjlok kang, harganya per-kilogram hanya 60 ribu, tidak seperti tahun tahun sebelumnya” ujar Sudirja yang di amini petani cengkeh yang lainnya.
Begitupun, kata dia, dengan petani yang ada di wilayah Kecamatan lain seperti Argapura dan Maja. Rata-rata harga cengkeh di tingkat petani ada di kisaran Rp60 ribu/kg.
“Namun, bagi petani yang punya relasi khusus dengan pihak perusahaan, harga cengkeh bisa lebih bervariatif. Hanya saja, cengkeh yang dipesan oleh kalangan ini permintaannya cukup banyak, jadi bagi petani yangbelum punya relasi terpaksa menjualnya ke tengkulak yang ada di wilayah sini.” kata petani cengkeh Majalengka ini. (Munadi)











































































































Discussion about this post