KAB.CIREBON, (FC).- Dalam rangka menciptakan lingkungan sekolah yang aman, damai, dan bebas dari aksi kekerasan, Bhabinkamtibmas Desa Jemaras Kidul menjadi pembina upacara pada upacara bendera di SDN 1 Jemaras Kidul, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon pada Senin (24/11).
Kegiatan yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB ini merupakan implementasi program pimpinan yaitu “Polisi Menjadi Sahabat Anak”.
Kehadiran Briptu Bagas Pratama Nugraha dimanfaatkan untuk menyampaikan amanat Kamtibmas yang fokus pada pembentukan karakter siswa sejak dini.
Dalam amanatnya, Briptu Bagas secara tegas menyoroti pentingnya etika dan disiplin. Namun, pesan paling krusial yang ia sampaikan adalah mengenai larangan perilaku bullying (perundungan) di lingkungan sekolah.
“Agar siswa dan siswi SDN 1 Jemaras Kidul menghindari perilaku bullying untuk menjaga penerus anak bangsa menjadi generasi emas, disamping itu kami juga telah ikut memantau kegiatan pemberian imunisasi terhadap murid kelas VI, karena saat ini sesuai dengan intruksi pimpinan bahwa Polisi menjadi sahabat anak,” ujar Bagas.
Usai menjadi pembina upacara kegiatan dilanjutkan bersama Kapolsek Klangenan IPTU Diding untuk melakukan pengamanan dan monitoring pendistribusian MBG yang disalurkan oleh dapur SPPG Yayasan Bhakti Nurwasita Nusantara.
Hal tersebut dilakukan demi kelancaran dan keamanan makanan yang disantap para siswa – siswi SDN 1 Jemaras Kidul.
Bagas menyebut, sebagai salah satu bentuk sambang yang dilaksanakan adalah membangun komunikasi publik secara langsung dengan pihak sekolah dan murid, kemudian berdiskusi serta saling memberi dan menerima informasi terkait perkembangan situasi keamanan dan ketertiban.
Selain itu, ia juga meminta agar warga dapat bersinergi dengan aparat kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan sekolah maupun desa, serta mencegah adanya isu-isu yang tidak benar yang dapat menyesatkan dan berpotensi pada terganggunya stabilitas kamtibmas di Desa.
“Kami hadir di tengah kalian untuk membentuk generasi yang cerdas dan berakhlak mulia. Paling penting, jangan ada lagi yang berperilaku bullying ke sesama siswa,” tegas Bagas.
“Kita semua harus saling menghargai, menghormati, dan menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi semua,” pungkasnya. (Johan)













































































































Discussion about this post