KOTA CIREBON, (FC).- Diangkat dari kisah nyata, film horor Maryam: Janji & Jiwa Yang Terikat siap tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia pada 18 September 2025.
Jelang penayangannya, Debo Andryos, salah satu pemain film horor yang mengangkat kisah Teror Gaib Jin yang Jatuh Cinta dengan Manusia itu menyambangi Cirebon.
Debo Andryos hadir bersama Siti Maryam (Maryam Asli) untuk menyapa para pecinta film horor tanah air di Studio CSB XXI pada Jumat (12/9).
Debo mengaku senang terlibat dalam film horor terbaru persembahan VMS Studio yang bekerja sama dengan Legacy Pictures dan Mandela Pictures ini.
Dalam garapan film yang diproduseri Tony Ramesh dan produser eksekutif Shalu T.M ini, Debo Andryos memainkan peran sebagai Bagas.
Menurutnya, film ini menguras emosional dan gejolak psikologikal yang menegangkan. Banyak sekali adegan yang berdarah-darah,
Selama proses syuting. Ia pun harus fokus totalitas memainkan peran karakter Bagas dengan menjalani treatment khusus. Penonton bakal merasakan apa yang Maria rasakan.
“Film ini benar-benar membuat aku sebagai pemain pun benar-benar emosional itu bergejolak, menguras energi tidak cuma fisik saja tapi psikologikal juga,” ungkapnya.
Film ini mengisahkan Maryam yangbselama 26 tahun hidup dalam belenggu teror sebuah cinta yang tak kasat mata antara manusia dan jin yang paling kuat.
Sosok tak kasat mata mengikatnya dengan janji kelam, mengikuti setiap langkahnya, membisikkan kata-kata yang hanya bisa ia dengar.
Semakin ia mencoba lepas, semakin kuat belenggu itu menjerat, hingga Maryam tak tahu lagi, apakah ia hidup atau sekadar menjadi milik sosok tersebut selamanya.
“Selama berkarir di dunia seni peran, ini karakter yang sama sekali belum pernah aku peranin. Ada adegan-adegan terberat juga yang dilakukan, sehingga aku harus fokus,” ujar Debo Andryos kepada sejumlah awak media di Cirebon.
Ia pun menceritakan pengalaman mistis yang dialami pemain saat sedang syuting. Para pemain pun diingatkan oleh tim produksi agar tidak menyebut nama jin tersebut sebanyak 3 kali.
Lokasi syutingnya pun benar-benar di hutan yang belum pernah terjamah oleh manusia.
“Kalau aku pribadi Alhamdulillah tidak ada kejadian yang gimana-gimana, tapi ada salah satu karakter yang memerankan jin, yang sebenarnya maryam sendiri waktu itu sempat menyampaikan dia khawatir sama yang memerankan jin ini. Jadi memang dia beneran dikasih lihat sosok jin,” ungkapnya
Sementara itu, Siti Maryam mengaku terkejut saat mendapat tawaran kisahnya akan diangkat ke layar lebar.
“Ada perasaan terharu dan punya rasa khawatir, takut bakal terjadi sesuatu ke para casringnya atau gimana-gimana,” katanya
Ia berharap setelah nonton film ini, para penonton bisa merasakan apa yang ia rasakan, yang hingga saat ini masih terus ikhtiar berjuang untuk bisa berdamai dengan keadaan yang membelenggu hidupnya.
“Saya berharap juga mempunyai rasa empati, karena bukan hanya saya, ada orang lain yang bernasib seperti saya,” tukasnya
Penampilan menyeramkan sekaligus berbeda ditampilkan aktris Claresta Taufan saat memerankan Maryam.
Dalam official trailer, Claresta Taufan berhasil menampilkan karakter Maryam dengan dinamika emosi dan pergulatan batin yang membuat penonton merinding.
Melihat Maryam linglung karena dicintai oleh sosok jin terkuat, membuat hidup
Maryam berada dalam ambang waras.
Film Maryam menjadi representasi dari sebuah cintabyang tak kasat mata antara manusia dan jin yang paling kuat.
Memberikan sisi kengerian dan misteri, serta sebuah bentuk yang berbeda dari genre horor Indonesia.
Terinspirasi dari podcast viral Lentera Malam, film Maryam: Janji & Jiwa Yang Terikat disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis, dari naskah yang ditulis oleh Lele Laila.
Film Maryam dibintangi Claresta Taufan bersama Wafda Saifan, Debo Andryos, Maryam Supraba, Rukman Rosadi, Shaqueena Medina, Ayu Dyah Pasha, dan Rahmet Ababil.
“Ini adalah pengalaman paling horor aku dalam memerankan karakter. Aku sempat bertemu dengan Maryam asli dan mendengarkan kesaksiannya bagaimana ia menghadapi teror dari sosok yang mencintainya. Aku bener-bener harus sangat berhati-hati. Saat syuting, ada pantangan yang diterapkan, enggak boleh panggil namanya tiga kali,” cerita Claresta Taufan yang memerankan Maryam.
“Cerita ini adalah bagian dari hidup saya dan saya ingin orang tahu, bukan untuk menakuti, tapi untuk memahami. Terima kasih untuk semua yang sudah
mengangkat kisah ini, termasuk Claresta yang memerankan saya,” ujar Maryam, sosok asli yang mendapat teror dari jin yang jatuh cinta padanya.
Film ini sekaligus menjadi kolaborasi kedua bagi Kinoi dan Lele Laila, dua kreator yang selalu sukses dengan karya-karya horornya.
Kinoi menerjemahkan naskah yang ditulis Lele dengan pendekatan yang mendorong batas-batas kreatif untuk menciptakan bentuk horor penuh teror yang berbeda.
“Dalam setiap menggarap horor, saya selalu berusaha untuk menampilkan pendekatan yang berbeda dan selalu memberikan elemen baru.
Dari naskah yang ditulis Lele, dengan kisah yang dialami Maryam dan kekuatan dari Claresta dan seluruh jajaran pemain, akan membuat Maryam sebagai horor yang atmosferik dan ketegangan yang lebih intens dan tak terlupakan,” ujar sutradara Azhar Kinoi Lubis.
“Kualitas akting dan pendekatan baru dari Claresta Taufan dan Wafda Saifan bisa menjadi wajah baru horor Indonesia. Film ini tidak hanya menawarkan ketegangan, tetapi juga kedalaman emosi dan spiritualitas,” tambah produser Tony Ramesh.
Film Maryam: Janji & Jiwa Yang Terikat akan menyajikan kisah teror gaib dari jin yang jatuh cinta terhadap manusia.
Cinta gaib yang menjadi kutukan emosional dan psikologis, yang bukan hanya sekadar menampilkan horor secara visual. (Andriyana)













































































































Discussion about this post