Malah kesuksesan Pilkades tahun 2023 ini, dianggap dia, melebihi kesuksesan penyelenggaraan Pilkades di tahun 2021 lalu.
“Ada yang baru untuk Pilkades serentak Tahun 2023 ini, yaitu tingkat kegagalan surat suara yang sah cukup terendah, ini baru terjadi sepanjang sejarah pilkades serentak di Kabupaten Majalengka, yaitu cuma 2,5 persen tingkat kegagalan surat suara sahnya, rekor dalam sejarah,” jelas dia.
Padahal di tahun-tahun sebelumnya, sambung Andik, penyelenggaraan Pilkades serentak biasanya mengalami tingkat kegagalan kertas suara di atas 10 persen. Sedangkan tingkat partisipasi pemilih mencapai 80 persenan lebih.
“Bahkan di Desa Buntu, Kecamatan Ligung tingkat partisipasi pemilih tercatat paling tinggi mencapai 98,65 persenan, disusul Desa Pilangsari, Kecamatan Jatitujuh sebesar 94,28 persen. Mudah-mudahan penyelenggaraan Pilkades tahun sekarang ini sebagai indikasi bahwa kualitas dan kedewasaan demokrasi di desa semakin meningkat,” katanya. (Munadi)















































































































Discussion about this post