MAJALENGKA, (FC).- Jalan Tol Akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka resmi beroperasi untuk umum pada Senin (20/12). Peresmian akses Tol Bandara Kertajati dilakukan di depan Gerbang Kertajati Utama dan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri PUPR, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Majalengka dan Direksi Astra Cipali.
Dengan peresmian ini maka hari ini juga sudah diterapkan pula besaran tarif tol untuk semua golongan kendaraan bermotor. Dibukanya jalan tol untuk masyarakat umum ini usai terbitnya Surat Keputusan (SK) Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 1514/KPTS/M/2021 tentang Penetapan Pengoperasian Jalan Tol Akses BIJB Kertajati, yang diteken 6 Desember 2021.
Keberadaan jalan tol tersebut diyakini memberikan pengaruh besar terhadap aksesibilitas BIJB Kertajati, mengingat selama ini akses menuju bandara tersebut masih menggunakan jalan provinsi non-tol.
Presiden Direktur Astra Tol Cipali, Firdaus Aziz mengatakan, pembangunan jalan tol akses BIJB merupakan salah satu perwujudan komitmen Astra untuk terus meningkatkan kontribusinya bagi kemajuan infrastruktur di Indonesia.
Selain itu, jalan tol tersebut akan semakin mudah konektivitas yang tentunya akan memberikan dampak perekonomian bagi masyarakat daerah sekitar.
“Pembangunan jalan tol akses Bandara Kertajati ini juga akan melengkapi keberadaan BIJB Kertajati, yang merupakan kebanggaan Jawa Barat dan Majalengka pada khususnya,” ujar Firdaus kepada wartawan usai peresmian.
Pantauan wartawan di lokasi, jalan tol tersebut bisa dilalui dua arah berjumlah 4 lajur. Akses tol tersebut juga terhubung langsung dengan jalan tol Cipali di KM 158+700. Selain itu, panjang akses Bandara Kertajati juga kurang lebih 3,7 KM dengan lebar jalur 3,6 meter. Sementara, Gerbang Kertajati Utama sendiri memiliki 6 gardu.
Firdaus menjelaskan, selain menjalankan tugas yang diberikan oleh Kementerian PUPR, pihaknya juga melakukan sedikit polesan agar dibangunnya jalan tol akses Bandara ini memiliki ciri khas lokal. Yakni, dibangunnya juga ikon seperti angklung dan terasering.
“Seperti diketahui, ikon itu kita bangun di persimpangan Tol Cipali dan pintu masuk akses tol menuju bandara. Angklung mencirikan Jawa Barat dan Terasering mencirikan objek wisata di Majalengka, yaitu Terasering Panyaweuan,” ujarnya. Masih dikatakan Firdaus, dengan adanya ikon Angklung dan Terasering memiliki arti menyambut kedatangan dan mengiringi perjalanan. Semoga dengan adanya ikon ini menjadi ciri khas untuk Majalengka dan Jawa Barat secara umumnya. (Munadi)













































































































Discussion about this post