KUNINGAN, (FC).- Pemerintah Kabupaten Kuningan memastikan tidak akan menggelar perayaan malam Tahun Baru 2026.
Seluruh agenda hiburan, termasuk pesta kembang api dan konser musik, dipastikan ditiadakan sebagai bentuk keprihatinan pemerintah daerah terhadap kondisi kebencanaan yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Keputusan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Uu Kusmana, usai memimpin rapat koordinasi bersama Mitra SPPG Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan SPPI di Aula Setda Kuningan, Senin (22/12).
Uu Kusmana menegaskan, pemerintah daerah memilih untuk tidak merayakan pergantian tahun demi menghormati situasi masyarakat yang terdampak bencana alam.
“Pemerintah Kabupaten Kuningan memutuskan tidak mengadakan perayaan Tahun Baru. Ini merupakan sikap empati dan keprihatinan kami terhadap kondisi daerah dan warga yang masih menghadapi dampak bencana,” ujarnya.
Menurutnya, dalam situasi seperti ini, pemerintah merasa tidak elok menggelar pesta atau hiburan berskala besar.
Fokus pemerintah diarahkan pada upaya penanganan, pemulihan, serta solidaritas sosial terhadap warga terdampak.
“Kami memahami betul bagaimana kondisi masyarakat yang terkena musibah. Karena itu, pemerintah memilih untuk menahan diri dan tidak merayakan pergantian tahun seperti biasanya,” kata Uu Kusmana.
Sejalan dengan kebijakan tersebut, Uu Kusmana memastikan tidak akan ada kegiatan hiburan maupun konser musik pada malam pergantian tahun.
Termasuk rencana konser yang sebelumnya sempat dikaitkan dengan Andi Gani Nena Wea.
“Dengan tidak adanya perayaan Tahun Baru, maka tidak ada konser musik yang digelar. Sampai saat ini juga belum ada konfirmasi terkait rencana tersebut,” jelasnya.
Pemkab Kuningan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyikapi pergantian tahun dengan kegiatan yang lebih bermakna, seperti doa bersama, kepedulian sosial, serta dukungan kepada warga dan wilayah yang tengah berupaya bangkit dari bencana. (Angga)










































































































Discussion about this post