KAB.CIREBON, (FC).- Sosok Algha Aretta Adiwidia (28) yang dikenal luas sebagai “Si Pria Melon” resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur BUMDes Mitra Sukses Desa Ciawijapura, Kecamatan Susukanlebak, Kabupaten Cirebon.
Keputusan tersebut disahkan melalui Musyawarah Desa (Musdes) yang digelar di Aula Desa Ciawijapura, Senin (6/7), dan dihadiri unsur Muspika, Pemerintah Desa, BPD, serta tokoh masyarakat.
“Keputusan ini merupakan pilihan pribadi demi melanjutkan perjalanan karier sesuai bidang keahlian yang saya miliki,” ujar Algha.
Selama hampir tiga tahun memimpin BUMDes, Algha dikenal berhasil mengangkat nama Desa Ciawijapura melalui pengembangan budidaya melon.
Program tersebut bahkan menarik perhatian berbagai pihak, mulai dari kepolisian, mahasiswa berbagai perguruan tinggi, hingga unsur pemerintahan.
“BUMDes mampu membuktikan bahwa desa juga bisa menjadi pusat inovasi pertanian,” katanya.
Keberhasilan budidaya melon itu juga sempat menarik kunjungan Gubernur Jawa Barat saat panen raya beberapa waktu lalu.
Dari capaian tersebut, Desa Ciawijapura kemudian dikenal dengan sebutan “Desa Melon” dan menjadi ikon baru di Kecamatan Susukanlebak.
“Melon telah menjadi identitas sekaligus kebanggaan masyarakat Desa Ciawijapura,” ungkapnya.
Popularitas Algha sebagai petani milenial membuatnya dijuluki “Si Pria Melon”. Sejumlah daerah dan pelaku usaha pertanian diketahui datang untuk belajar dan berkonsultasi, termasuk dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Cikampek, hingga beberapa desa lain yang mengembangkan usaha serupa melalui BUMDes.
“Banyak yang datang untuk belajar. Saya senang jika pengalaman ini bisa bermanfaat,” tuturnya.
Ia mengaku sempat menerima berbagai tawaran pekerjaan di sektor pertanian dengan nilai menarik, namun memilih tetap bertahan saat itu karena merasa masih memiliki tanggung jawab membangun BUMDes.
Kini, Algha memutuskan melanjutkan karier baru setelah menerima tawaran dari perusahaan otomotif luar negeri yang sesuai dengan latar belakang keahliannya sebagai mekanik.
“Saya ingin kembali menekuni bidang yang memang menjadi keahlian utama saya,” ujarnya.
Sementara itu, Kuwu Desa Ciawijapura, Ade Sri Sumartini, mengatakan pengunduran diri tersebut telah dibahas dan disetujui dalam Musdes.
Seluruh proses administrasi, termasuk laporan pertanggungjawaban, juga telah dinyatakan selesai dan dilaporkan ke Inspektorat.
“Musdes menerima pengunduran diri Direktur BUMDes karena semua prosedur sudah ditempuh sesuai ketentuan,” jelasnya.
Dalam musyawarah tersebut juga dibahas pengisian jabatan Direktur BUMDes yang kosong, namun belum ada peserta yang bersedia mengisi posisi tersebut.
“Untuk sementara pengelolaan BUMDes dikembalikan kepada pemerintah desa sampai ditetapkan direktur baru,” pungkasnya. (Nawawi)









































































































Discussion about this post