Sri mengungkapkan rentang umur diatas 20 tahun dan pasangan suami istri yang paling banyak terjangkit HIV.
“Penularan ini paling banyak akibat hubungan suami istri, dan bukan karena narkoba suntik,” ungkapnya.
KPAIDS akan lakukan rapat koordinasi dengan perguruan tinggi, dan akan mempertajam di Kementerian Agama melalui lembaga penyuluhnya.
“Kita akan minta perguruan tinggi untuk melakukan research, kita lakukan upaya advokasi dan asistensi agar penyuluh di kecamatan agar pemahaman tentang HIV betul-betul dipahami secara komprehensif,” jelasnya.
Sri berharap kepada Dinas Kesehatan dan semua stakeholder terkait untuk bersama-sama mencegah penularan HIV di Kota Cirebon.
KPAIDS juga akan melakukan pendampingan terhadap kaum milenial yang beresiko, dan kita akan lakukan sosialisasi terhadap bahayanya HIV.
“Jika ada yang positif HIV akan kita dampingi dan kita bantu untuk mengakses obatnya,” tutupnya. (Sakti)














































































































Discussion about this post